WAHANANEWS.CO, Lampung - Menjelang penayangan perdana (gala premiere) yang dijadwalkan pada Kamis, 1 Oktober 2026, bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila, rumah produksi BLB Film Production bersiap menggelar Rangkaian Promosi dan Talk Show bertajuk "Sudut Pandang Ageman".
Sutradara Film Ageman, Jasper Lance Piscasio, menyampaikan bahwa agenda talk show keliling ke berbagai sekolah, kampus, hingga pesantren ini bertujuan untuk menyapa calon penonton sekaligus membedah proses di balik pembuatan film edukasi toleransi berbasis kearifan lokal Lampung tersebut.
Baca Juga:
Tragis! Bocah 10 Tahun di Lampung Utara Tewas Terjerat Tali Ayunan
Kegiatan ini bakal menghadirkan jajaran produser, sutradara, hingga deretan pemeran utama. Menariknya, film ini melibatkan jajaran pejabat serta tokoh penting di Lampung, seperti Purnama Wulan Sari (Ibu Gubernur Lampung) sebagai Kepala Sekolah, Agnesia Bulan Rurianti (Ibu Sekda Provinsi Lampung) sebagai Guru, serta Ir. Anshori Djausal yang memerankan tokoh budaya untuk memaparkan lima falsafah hidup Lampung.
Tak ketinggalan, sejumlah Kepala Dinas Provinsi Lampung—di antaranya Thomas Amirico (Kadisdikbud), Ganjar Jationo (Kadiskominfotik), Ir. Tony Ferdinansyah (Kadisparekraf), dan Dra. Hanita Farial (Kadis PPPA) juga turut serta mengambil peran dalam jajaran pemeran film ini.
Acara Talk Show Sudut Pandang akan membagikan cerita mengenai tantangan besar saat harus mencari lokasi syuting di 6 tempat ibadah, tempat pariwisata, budaya dan kuliner di khas Lampung, yang dijadikan tampat shooting," jelas Jasper Lance.
Baca Juga:
Satelit Lampung-1 Segera Mengorbit, AI dan Big Data Bakal Perkuat Kebijakan Daerah
Jasper menyebutkan bahwa dialog toleransi oleh talent dan pemeran tokoh agama serta pengambilan gambar keindahan alam parisisata Lampung yang ditampilkan di dalam film murni tanpa rekayasa digital berlebihan, dibuat mengalir dan senatural mungkin, ungkap Jasper.
Adegan dan dialog mengalir, termasuk dialog Ibu gubernur Lampung Purnama Wulan Sari dan Ibu Sekda serta para kepala dinas, termasuk saat para 6 tokoh agama menyampaikan himbauan dan pesan toleransi kepada pemeran utama Ratri dan Bianka yang saat itu berperan sedang mencari jati diri.
*Antusiasme Publik dan Jadwal Tayang Produser Film Ageman*
Ken Setiawan, mengungkapkan bahwa jalan cerita film ini diangkat dari kisah nyata masa lalunya saat sempat terpapar pemahaman radikalisme hingga akhirnya tersadar akan indahnya perbedaan.
Ia menjelaskan bahwa kata Ageman secara filosofis bermakna agama atau pakaiansebuah identitas yang melekat pada manusia sekaligus memuat hubungan spiritual dengan Sang Pencipta dan relasi sosial antarsesama.
"Film ini dibuka dengan adegan proses kelahiran. Saat lahir, manusia tidak membawa apa-apa dan belum mengenakan 'pakaian' atau identitas. Orang tualah yang memberi nama, suku, hingga agama. Seiring tumbuh dewasa, kita dihadapkan pada pilihan untuk menjadi pribadi yang moderat atau intoleran," terang Ken.
Menurut Ken, kisah masalalunya tersebut ditangkap serius oleh Jasper sang sutradara dan langsung melihat ini sebuah peluang bagus untuk menyampaikan pesan kebangsaan dan toleransi melalui film,
Sejak saat itu langsung mulai ditulis sebagai script untuk dijadikan bahan film Ageman. "Kebetulan sutradara sering ikut acara seminar kebangsaan yang menghadirkan dirinya sebagai narasumber kebangsaan yang dilaksanakan oleh pemerintah maupun masyarakat, Produser mas Jasper itu orang yang cerdas," ujar Ken.
Sementara itu, Eksekutif Produser, Dr M Firsada yang juga merupakan Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme ( FKPT) Provinsi Lampung mengaku sangat mendukung anak muda untuk berkarya, khususnya kru dan pemeran film ageman, dirinya berharap film ini dapat di terima masyarakat sebagai edukasi toleransi di masyarakat.
"Kami menerima banyak tanggapan positif melalui teaser film ini. Banyak masyarakat yang menanyakan kapan tayang. Rencananya, Film Ageman akan resmi rilis bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober 2026 mendatang," tutup Firsada.
[Redaktur: Alpredo Gultom]