WAHANANEWS.CO, Jakarta - Rencana konser rapper Amerika Kanye West di Marseille, France, mendapat penolakan keras dari pemerintah setempat.
Wali Kota Marseille menegaskan tidak ingin kota tersebut menjadi tempat tampil bagi figur yang dianggap menyebarkan kebencian.
Baca Juga:
Gigi Palsu Titanium Seharga Rp13,2 Miliar, Kanye West Tetap Jadi Sensasi
Konser tersebut sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni 2026 di Stade Velodrome, salah satu stadion terbesar di kota itu.
Jika terlaksana, pertunjukan tersebut akan menjadi satu-satunya konser West di Prancis dalam rangkaian tur terbarunya.
Namun rencana itu langsung menuai penolakan dari Wali Kota Benoit Payan.
Baca Juga:
Kim Kardashian & Kanye West Resmi Bercerai
Ia secara terbuka menyatakan bahwa rapper tersebut tidak diterima tampil di Marseille karena rekam jejak kontroversialnya terkait pernyataan antisemit.
Melalui unggahan di platform X, Payan menegaskan penolakannya terhadap penyelenggaraan konser tersebut.
Ia menilai stadion kebanggaan warga Marseille tidak seharusnya menjadi panggung bagi tokoh yang dianggap mempromosikan kebencian dan Nazisme.
“Saya menolak Marseille dijadikan panggung bagi mereka yang mempromosikan kebencian dan Nazisme secara terang-terangan.
Kanye West tidak diterima tampil di Velodrome, tempat yang menjadi simbol kebersamaan bagi semua warga Marseille,” ujarnya.
Penolakan tersebut juga mendapat dukungan dari sejumlah organisasi masyarakat.
Salah satunya adalah Conseil Représentatif des Institutions Juives de France.
Organisasi tersebut menyoroti rekam jejak pernyataan kontroversial West yang pernah memuji Adolf Hitler serta menyebarkan unsur antisemitisme.
Kontroversi yang melibatkan West memang telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir.
Ia berulang kali dikritik karena komentar rasis dan antisemit yang disampaikan melalui media sosial.
Dalam salah satu pernyataan publik yang menuai kecaman luas, West bahkan pernah menyebut dirinya sebagai seorang Nazi.
Selain itu, sejumlah langkah kontroversial lainnya juga memperparah kritik publik terhadap dirinya.
West sempat menjual merchandise dengan simbol swastika dan merilis lagu kontroversial berjudul Heil Hitler.
Lagu tersebut memicu kecaman luas dari masyarakat.
Akhirnya, lagu tersebut dihapus dari berbagai platform musik digital.
Kontroversi tersebut juga berdampak pada aktivitas internasional West.
Dalam beberapa kasus sebelumnya, ia dilaporkan menghadapi pembatalan visa perjalanan serta ancaman tindakan hukum di sejumlah negara.
Hingga kini belum ada kepastian apakah konser tersebut benar-benar akan dibatalkan atau masih dalam pembahasan dengan pihak promotor.
Namun sikap tegas pemerintah Marseille membuat peluang West tampil di kota tersebut semakin kecil.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]