WahanaNews.co | Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menyebutkan Presiden Jokowi tengah menyoroti adanya praktik mafia yang menawarkan visa cepat jadi dengan harga selangit.
Presiden Jokowi disebut telah menyatakan akan menindak tegas pelakunya.
Baca Juga:
Regulasi Baru Pariwisata Bali: Wayan Koster Gaspol dengan SE No. 7 Tahun 2025
Mafia visa cepat untuk wisatawan mancanegara yang ingin liburan ke Bali tengah ramai dibicarakan. Dengan iming-iming visa cepat jadi, wisatawan harus membayar lebih mahal dari harga normal.
Wakil Gubernur Bali, Cok Ace mengatakan, ia menemukan iklan visa cepat ini di media sosial. Wisatawan harus membayar mulai Rp 4,5-5,5 juta padahal normalnya tak sampai Rp 1 juta.
"Awalnya ketahuan di IG dia muncul, di medsos saya juga baca kok. Jadi dia enggak ada yang disembunyikan di medsos, alamat jelas, nomor teleponnya ada," jelas Cok Ace.
Baca Juga:
Wamenpar Akui Efisiensi Anggaran Berdampak Besar pada Industri Event Bali
"Baru satu yang saya lihat seperti itu. Jadi menawarkan jalur cepat. Mungkin ada pasar yang memerlukan seperti itu. Tapi ini kan menimbulkan (persepsi) di luar kok begini harganya mahal sekali," sambungnya.
Menanggapi hal tersebut, Menparekraf Sandiaga Uno menyayangkan adanya praktik curang ini.
Usai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi), Sandiaga menyampaikan presiden juga menyoroti penyelewengan tersebut.