Film yang mengangkat kisah kehidupan George Washington sebelum Perang Revolusi Amerika Serikat itu berhasil memanfaatkan momentum Hari Kemerdekaan AS dan memperoleh nilai sempurna A dari CinemaScore, meski hanya mengantongi rating 57 persen dari kritikus di Rotten Tomatoes.
Sementara itu, Supergirl harus puas berada di posisi keempat setelah pendapatannya anjlok hingga 74 persen pada pekan kedua dengan hanya meraih US$9,6 juta.
Baca Juga:
PKS Minta Kampanye LGBTQ Dilarang, Siap Kawal Implementasi Perpres 111/2025
Sejak dirilis, Supergirl baru mengumpulkan US$58,5 juta di Amerika Utara dan US$100,5 juta secara global setelah sebelumnya hanya membuka penayangan dengan US$37,1 juta.
Dengan biaya produksi mencapai US$170 juta, Supergirl diperkirakan berpotensi merugi sekitar US$100 juta hingga US$120 juta apabila total pendapatan globalnya tidak mampu menembus angka US$200 juta selama masa penayangannya di bioskop.
Performa tersebut kembali menunjukkan tantangan besar yang dihadapi film-film bergenre pahlawan super, terutama yang mengangkat karakter sekunder, berbeda dengan kesuksesan Superman maupun antusiasme tinggi terhadap Spider-Man: Brand New Day yang diprediksi akan meraih hasil lebih besar di pasar global.
Baca Juga:
Rahasia Dondurma, Es Krim Turki Bertekstur Elastis yang Dinobatkan Terbaik di Dunia
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.