WAHANANEWS.CO, Jakarta - Nama pemilik brand lokal Thanksinsomnia mendadak jadi sorotan setelah sebuah utas viral di media sosial memunculkan tudingan dugaan pelecehan seksual yang menyeret sosok pengusaha mudanya.
Pengusaha muda sekaligus pemilik brand Thanksinsomnia, Mohan Hazian, akhirnya buka suara terkait dugaan pelecehan seksual yang menyeret namanya dan ramai diperbincangkan di media sosial.
Baca Juga:
Ditanya soal Epstein, Trump Serang Jurnalis CNN di Ruang Oval
Dugaan pelecehan tersebut bermula dari sebuah utas di platform X yang ditulis oleh seorang perempuan yang mengaku pernah menjadi talent photoshoot dan video shoot sebuah brand lokal dengan pemilik berinisial M.
Dalam utas tersebut, korban menceritakan pengalamannya saat bekerja bersama dua orang fotografer, salah satunya disebut berinisial M, serta seorang talent scouter yang lebih dulu menghubunginya.
Korban menyebut selama proses photoshoot berlangsung, tidak ada hal mencurigakan dan seluruh kegiatan berjalan profesional sebagaimana pekerjaan pada umumnya.
Baca Juga:
Pelecehan Seksual dalam Hubungan Sedarah adalah Pelanggaran Moral, Merusak Tatanan Nilai Kekeluargaan dan Kemanusiaan
Namun situasi berubah setelah sesi pemotretan selesai dan korban yang awalnya mengira akan diajak makan bersama justru diminta kembali masuk ke area photoshoot.
Korban mengaku di lokasi tersebut dirinya mengalami pemaksaan untuk melakukan perbuatan tidak senonoh meski telah berusaha melawan.
Korban juga menyampaikan bahwa peristiwa itu meninggalkan rasa takut yang sangat besar dan membekas secara psikologis.
Menanggapi kegaduhan tersebut, Mohan Hazian menyampaikan pernyataan resmi melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @mohanhazian pada Selasa (10/2/2026).
“Saya menyadari bahwa situasi ini telah menimbulkan kekecewaan, ketidaknyamanan, bahkan luka bagi banyak orang,” kata Mohan dalam pernyataannya.
Ia menyampaikan permohonan maaf kepada publik atas kegaduhan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir akibat isu yang beredar.
“Untuk itu, dari hati yang paling dalam, saya memohon maaf,” ujarnya.
Mohan juga menyampaikan refleksi pribadi dengan mengakui bahwa sebagai manusia dirinya memiliki banyak kekurangan dan pernah mengambil keputusan di masa lalu yang tidak bijak.
“Namun yang harus saya garis bawahi, saya tidak seperti yang dituduhkan, saya bukan seorang pemerkosa dan saya tidak pernah memperkosa siapa pun,” tutur Mohan.
Ia berharap masyarakat dapat menilai persoalan ini secara jernih dan adil tanpa hanya bersandar pada informasi yang belum terverifikasi secara utuh.
Menurutnya, tidak semua narasi yang beredar di ruang publik sepenuhnya menggambarkan kenyataan yang sebenarnya.
“Semua kesalahan yang terjadi di masa lalu adalah murni kekhilafan saya dengan wanita lain,” ucapnya.
Mohan menegaskan bahwa perbuatan tersebut telah memberikan dampak serius terhadap kehidupan keluarganya, khususnya istri dan anaknya.
“Namun, kejadian tersebut sudah memberikan impact kepada istri dan anak saya, dan itu murni kesalahan saya yang tidak dapat dibenarkan dengan cara apa pun,” katanya.
Dalam pernyataan lanjutan, Mohan mengaku siap menerima penilaian publik serta berbagai konsekuensi yang menyertainya.
Ia menyebut situasi ini sebagai pelajaran berat untuk memperbaiki diri dan bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik ke depan.
“Kehilangan pekerjaan, kepercayaan, dan berbagai hal lain menjadi pelajaran yang sangat berat sekaligus pengingat bagi saya untuk terus berbenah diri,” tuturnya.
Ia kembali menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak yang merasa kecewa maupun terluka akibat polemik yang terjadi.
“Kesalahan dan kekhilafan di masa lalu adalah tanggung jawab pribadi saya semata dan tidak memiliki kaitan dengan siapa pun di sekitar saya,” ucap Mohan.
Ia juga meminta agar orang-orang di sekelilingnya yang tidak mengetahui persoalan ini tidak ikut diseret atau dikaitkan dengan tudingan yang berkembang.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]