Banyak
ilmu yang didapat di sana, terutama saat mempunyai kesempatan berdiskusi dalam
satu meja dengan para komikus dan animator tersohor di negeri itu.
Prie
juga pernah menjajal kemampuannya sebagai aktor dengan bergabung di Teater
Dhome Semarang saat menggarap repertoar Umang-umang
atawa Orkes Madun karya Arifin C Noer.
Baca Juga:
Eros Djarot: Budayawan Punya Tanggung Jawab Besar, Hindari Perilaku Ngaco!
Di
Teater Aktor Studio, Prie bersama Joshua Igho menjadi ilustrator musik untuk
repertoar Jembatan Mberok.
Menjalani
hidup sebagai wartawan, penulis kolom, dan kartunis, semakin menambah luas wawasan
Prie GS, dan ini yang membawanya terjun sebagai public speaker.
Prie
sering diundang sebagai pembicara, motivator, dan pengasuh acara-acara bertema
budaya.
Baca Juga:
Kenang Sosok Uu Rukmana, Bey Machmudin Ingatkan Terus Jaga Persatuan dan Lestarikan Budaya Sunda
Kemampuannya
mengolah rasa menjadi modal yang terus diminati oleh banyak lembaga untuk
meminta siraman-siraman bernas darinya, antara lain Markas Besar TNI Angkatan
Laut Cilangkap, memberikan refleksi sosial di hadapan para jenderal dan perwira
Angkatan Laut.
Tak
hanya itu, berbagai perusahaan besar juga pernah mengundangnya,
seperti PT Telkom, PT Coca-Cola, Indonesiai Power, Bank Indonesia, PT PLN, PT
Telkomsel, dan lain-lain.
Sementara
itu, di ranah hiburan radio dan televisi, sampai sekarang Prie juga menjadi host untuk acaranya, Refleksi.