WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu, menyatakan bahwa perjalanan jauh, seperti arus balik Lebaran dengan mobil listrik berbasis baterai (BEV), memerlukan persiapan matang. Khususnya, beberapa peralatan dan perkakas wajib dibawa untuk memastikan perjalanan tetap aman dan lancar.
“Siapkan kabel pengisian daya portabel, adaptor, dan toolkit khusus BEV jika ada,” kata Yannes dilansir Antara, Kamis (3/4/2025).
Baca Juga:
PLN Siagakan Petugas, Wali Kota Ambon Dukung Keandalan Listrik Selama Lebaran
Dia mengatakan menyiapkan kabel pengisian daya portabel dan adaptor yang sesuai penting, mengingat jarak tempuh dan ketersediaan SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) yang terbatas di beberapa daerah.
Selain itu, tidak semua SPKLU memiliki jenis soket atau konektor yang sama. Dengan membawa adaptor, pemilik bisa menyesuaikan pengisian daya mobil BEV-nya dengan berbagai jenis soket yang ada di stasiun pengisian yang ditemui di sepanjang perjalanan tanpa khawatir.
“Pastikan kita memiliki akses ke aplikasi SPKLU dan nomor darurat layanan brand BEV yang kita pakai,” ujar Yannes.
Baca Juga:
Dukung Arus Mudik, PLN Sediakan 60 SPKLU di Sumbar, Delapan Kali Lebih Banyak!
Selain itu, mengingat banyak mobil modern yang tidak lagi dilengkapi dengan ban serep dari pabrikan, Yannes menyarankan untuk membawa alat penambal ban tubeless dan kompresor udara portabel untuk mengatasi kebocoran kecil.
Dengan persiapan yang matang, perjalanan arus balik mudik Lebaran dengan mobil BEV bisa lebih nyaman dan aman.
“Jangan lupa juga membawa perlengkapan darurat umum seperti kotak P3K, segitiga pengaman, dongkrak, dan senter. Perlengkapan ini sangat penting untuk mengantisipasi keadaan darurat di jalan,” Yannes menambahkan.