WahanaNews.co | Bagi pecinta kue kering, Kue Nastar pasti sudah tidak asing lagi menjadi sajian ketika hari raya Lebaran tiba. Kue dengan rasa yang nikmat ini memang begitu menggugah selera.
Tidak jarang, jika kita sudah mencicipinya sekali dijamin akan langsung ketagihan dan tidak bisa berhenti menyantapnya.
Baca Juga:
Pastikan Sampah Tak Menumpuk Selama Lebaran, DLH Tangerang Siagakan 1.000 Petugas
Biasanya, Nastar disuguhkan ketika perayaan Lebaran Idulfitri. Nastar akan ditata di dalam toples untuk para tamu.
Seringkali kita bertanya-tanya, mengapa kue dengan isi selai nanas ini diberi nama Nastar ya? Ternyata nama tersebut berasal dari Bahasa Belanda, yakni 'ananas' atau nanas dan 'taartjes' atau tart.
Jadi, bisa dibilang kue nastar merupakan tart dengan isian selai nanas. Kue nastar sendiri juga telah hadir sejak zaman penjajahan Belanda dulu loh !
Baca Juga:
H+1 Lebaran Idulfitri, Kualitas Udara di Jakarta Masuk Kategori Baik
Sedangkan dalam Bahasa Inggris, kue nastar ini juga sering disebut Pineapple Tarts atau Pineapple Nastar Roll.
Dibalik manisnya nastar, menyimpan filosofi yang cukup menarik. Bagi etnis Tionghoa, nastar disebut sebagai ong lai yang berarti pir emas. Pir emas tersebut dipercaya sebagai simbol dari kemakmuran, rezeki dan dan keberuntungan.
Selain itu, awalnya, kue nastar pada zaman penjajah hanya menjadi bingkisan bagi kaum elit Belanda untuk mengunjungi sanak family di waktu Natal.