"Aku ditawari untuk aborsi berulang kali."
Tak hanya itu, Kayden lebih sering dianggap punya perut
gendut alih-alih hamil. Namun, hal tersebut membuatnya merasa lega.
Baca Juga:
Buat Gaduh, Senator Aceh Surati Irjen Karyoto Usut Kontes Kecantikan Transgender
"Aku tidak perlu berjalan dengan rasa takut, khawatir
jika orang-orang akan menyakitiku. Mereka berpikir perutku gendut karena
bir," tambahnya.
Pengalaman tersebut lantas mendorong Kayden untuk
meningkatkan kesadaran soal pria transgender yang hamil sepertinya. Kayden
mengungkap jika ia hanya ingin merasa aman.
"Ini bukan soal apakah kau setuju dengan kami. Kami
tidak peduli apakah kau setuju atau menerimanya. Kami hanya ingin kesetaraan
dan rasa aman, pelayanan yang inklusif," tambahnya.
Baca Juga:
Usut Kontes Kecantikan Transgender di Jakarta Pusat, Polisi Akan Periksa Penyelenggara
Kayden juga mengungkap bahwa ia mengalami depresi postpartum
karena pengalaman buruk saat hamil. Meski begitu, bukan berarti ia membenci
semua hal yang berhubungan dengan kehamilan.
Pria transgender ini sendiri memutuskan untuk tidak
melakukan operasi penggantian kelamin karena alasan biaya dan komplikasi.
Namun, ia tetap menegaskan bahwa dirinya adalah pria.
"Aku tidak harus membenci tubuhku atau menolak
bagiannya agar dianggap sebagai pria."