WAHANANEWS.CO, Jakarta - Dalam kehidupan rumah tangga, peran suami sebagai pencari nafkah menjadi salah satu harapan utama bagi banyak keluarga.
Namun, belakangan ini, fenomena di mana suami enggan bekerja semakin sering ditemui, sementara istri harus menjadi tulang punggung keluarga.
Baca Juga:
Kesal Disuruh Cari Kerja, Suami di Gunungsitoli Aniaya Istri Kini Ditahan Polisi
Dalam konteks ini, banyak wanita yang kini berhasil mandiri dan mampu menghasilkan uang untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, meskipun tidak jarang peran ini bertambah beban bagi mereka.
Keadaan ini tentu memunculkan berbagai pertanyaan mengenai mengapa suami, yang seharusnya ikut berkontribusi dalam perekonomian keluarga, memilih untuk tidak bekerja.
Dengan semakin banyaknya perempuan yang mengejar karier dan mencapai kesuksesan di dunia profesional, keputusan suami untuk tidak bekerja semakin mendapatkan perhatian.
Baca Juga:
Malang Nasib Istri Korban KDRT di Tangerang, Disundut hingga Ditusuk lalu Diusir
Bahkan, banyak di antaranya yang merasa cukup dengan situasi yang ada, tanpa merasa perlu berusaha lebih untuk memperbaiki keadaan.
Artikel ini akan menggali berbagai faktor yang mempengaruhi sikap suami enggan bekerja, serta bagaimana hal ini berdampak pada dinamika hubungan rumah tangga.
Memahami akar permasalahan ini menjadi langkah penting untuk mencari solusi yang lebih adil dan menguntungkan bagi kedua pihak.
Inilah sejumlah alasan kenapa suami enggan mencari nafkah:
1. Kurangnya Motivasi dan Masalah Kepribadian
Menurut Psikolog Aditya Wibowo, faktor kepribadian menjadi salah satu alasan mengapa seorang suami enggan bekerja.
Hal ini biasanya berkaitan dengan kurangnya motivasi serta kecenderungan untuk terlalu nyaman dalam kondisi yang ada.
"Bisa jadi karena faktor kepribadian, tidak memiliki dorongan untuk berusaha, atau terbiasa hidup tanpa tekanan finansial," ujar Aditya.
2. Terlalu Dimanja Orang Tua
Pola asuh yang terlalu memanjakan juga dapat memengaruhi sikap seseorang terhadap tanggung jawab.
Jika sejak kecil seseorang tidak pernah diajarkan untuk mandiri, maka saat dewasa, ia bisa tumbuh menjadi pribadi yang tidak memahami perannya dalam rumah tangga.
"Banyak yang sejak kecil terlalu dimanja, sehingga tidak merasa perlu bertanggung jawab. Pola asuh ini membentuk cara berpikirnya hingga dewasa," jelas Aditya.
3. Pengalaman Buruk dalam Pekerjaan Sebelumnya
Seorang suami bisa kehilangan minat untuk bekerja karena pengalaman buruk di tempat kerja sebelumnya.
Burnout, ketidakpuasan, atau lingkungan kerja yang toxic dapat membuat seseorang merasa enggan untuk kembali bekerja.
"Ada yang pernah mengalami burnout berat atau tidak puas dengan pekerjaannya dulu, sehingga memilih rehat. Tapi jika ini berlangsung terlalu lama, ia bisa jadi semakin nyaman tidak bekerja," tambah Aditya.
4. Pasangan Terlalu Memaklumi
Aditya juga menyebutkan bahwa sikap pasangan yang terlalu memaklumi bisa memperburuk kondisi ini.
Jika istri tetap bertahan tanpa menuntut suami untuk bekerja, maka suami akan semakin nyaman dengan kondisi tersebut.
"Ketika pasangan tidak memberikan dorongan atau batasan, suami bisa semakin malas. Bisa jadi karena istri tidak ingin bertengkar atau sudah terbiasa menanggung semua beban sendiri," ujarnya.
5. Tidak Ada Tuntutan untuk Bekerja
Selain itu, kurangnya tekanan atau kebutuhan mendesak juga bisa menjadi alasan suami enggan mencari nafkah.
Jika kebutuhan rumah tangga tetap terpenuhi meski ia tidak bekerja, rasa tanggung jawabnya pun bisa semakin berkurang.
"Jika semua kebutuhan tetap terpenuhi tanpa harus bekerja, seseorang bisa kehilangan motivasi untuk mencari penghasilan sendiri," tutup Aditya.
[Redaktur: Rinrin Kaltarina]