Pendiri Serez Gurme Dondurma, Serdar Kemahlı, menjelaskan rahasia tekstur khas dondurma berasal dari kandungan glukomanan dalam salep yang mampu mengikat air hingga sekitar 200 kali beratnya sehingga berfungsi sebagai pengental sekaligus pengemulsi alami.
Berkat sifat tersebut, dondurma memiliki karakteristik kenyal, elastis, dan tahan terhadap proses pencairan.
Baca Juga:
PKS Minta Kampanye LGBTQ Dilarang, Siap Kawal Implementasi Perpres 111/2025
Di balik keunikannya, bahan baku utama dondurma kini menghadapi ancaman kelangkaan karena dibutuhkan sekitar 1.000 hingga 2.000 tanaman anggrek liar untuk menghasilkan satu kilogram bubuk salep.
Praktik panen ilegal menyebabkan populasi anggrek liar terus menurun hingga akhirnya dilindungi oleh Uni Eropa dan Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Terancam Punah (CITES), sementara Turki juga melarang ekspor salep asli.
Akibat kelangkaan tersebut, banyak produsen mulai menggunakan salep sintetis sebagai pengganti, meski sebagian pembuat dondurma tetap mempertahankan penggunaan salep asli dalam jumlah terbatas sambil mendukung budidaya anggrek secara berkelanjutan.
Baca Juga:
Minions & Monsters Puncaki Box Office Meski Gagal Penuhi Target Studio
"Kami berupaya membuat es krim ini tetap ada. Kami melindungi anggrek liar agar dondurma tidak kehilangan jiwanya, melindungi lebah agar buah-buahan tetap tumbuh, serta menjaga air tanah agar susu berasal dari sapi yang sehat," ujar Serdar Kemahlı.
Pada 2025, TasteAtlas menobatkan dondurma sebagai hidangan penutup beku terbaik di dunia berkat teksturnya yang kenyal dan ketahanannya terhadap panas sehingga menjadi salah satu kuliner khas Turki yang wajib dicicipi selain kebab dan baklava.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.