Ketertarikannya
pada animasi dimulai saat mendapatkan tugas akhir kuliah yang mengharuskan
menggunakan animasi tiga dimensi (3D).
Sejak
itu, dia menyukai animasi dengan meneruskan studi S2 di Academy
Of Art University, San Francisco, pada 2002.
Baca Juga:
13 Hari Tayang, Ghost in the Cell Raup Lebih dari 2 Juta Penonton di Bioskop
Setelah
lulus, dia bekerja di beberapa perusahaan game
di San Fransisco.
Karena
membutuhkan tantangan baru, Rini Sugianto kemudian bergabung dengan perusahaan
animasi di Selandia Baru, WETA Studio.
Di
sana, dia berkesempatan menggarap film The Hunger Games, The Hobbits,
Iron Man, dan Ninja The Turtles.
Baca Juga:
Adaptasi “Wuthering Heights” 2026 Tembus Rp4,1 Triliun, Tawarkan Versi Ramah Disabilitas
Selanjutnya,
dia bekerja sebagai animator senior di perusahaan Singapura.
Pada
2012, Rini membuat Flash Frame Workshop,
sebuah forum mentoring untuk konsultasi mengenai pembuatan animasi berbasis
jaringan.
Program
ini dibuat atas dasar banyaknya animo animator Indonesia yang ingin mempelajari
proses pembuatan karakter animasi, di samping karena pilihan sekolah di Indonesia masih
terbatas, terutama pada bidang animasi.