WahanaNews.co, Jakarta - Sebanyak 300 anak mengikuti kegiatan khitanan massal hasil kolaborasi Tim Penggerak (TP) PKK DKI Jakarta bersama PAM Jaya di Aula Bambu Apus Blok C, Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Selasa (23/6/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program khitanan massal bagi lebih dari 2.000 anak se-DKI Jakarta dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta.
Baca Juga:
FKKS Jakarta Timur Gelar Roadshow Pendidikan, Fokus Cegah Bullying dan Edukasi Lingkungan
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Ketua Tim Penggerak PKK DKI Jakarta, Hani Pramono Anung, didampingi Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, bersama Ketua TP PKK Kota Administrasi Jakarta Timur, Essie Feransie Munjirin.
Turut hadir Wakil Ketua TP PKK DKI Jakarta Dewi Indriati Rano Karno, Ketua I Bidang Pembinaan Karakter Keluarga TP PKK DKI Jakarta Lisnia Wati Uus, serta jajaran TP PKK Kota Administrasi Jakarta Timur.
Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, menjelaskan bahwa jumlah peserta khitanan massal di wilayahnya mengalami peningkatan dari target awal. Semula kegiatan ditargetkan untuk 200 peserta, namun tingginya antusiasme masyarakat membuat jumlah peserta bertambah menjadi 300 anak.
Baca Juga:
FESDIKGANA 2026 Cetak Generasi Tangguh Bencana, Sekko Jaktim Apresiasi Peran BPBD
Menurutnya, pelaksanaan khitanan massal bertepatan dengan peringatan HUT Jakarta dan masa libur sekolah menjadi momentum yang tepat sehingga mendapat sambutan positif dari masyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari, yakni pada 23–24 Juni 2026.
“Saya dari Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur mengucapkan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya. Momentum HUT ke-499 Jakarta yang bertepatan dengan masa libur sekolah sangat tepat untuk kegiatan seperti ini. Begitu pendaftaran dibuka, kuotanya langsung terpenuhi,” ujar Munjirin.
Sementara itu, Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, mengatakan program khitanan massal tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat.
Pada tahun 2026, kata dia, PAM Jaya menargetkan 2.000 peserta khitanan massal di seluruh wilayah DKI Jakarta. Namun karena tingginya minat masyarakat, jumlah peserta ditambah menjadi 2.250 anak.
Jakarta Timur menjadi wilayah pertama pelaksanaan program tersebut tahun ini.
“Alhamdulillah peserta tahun ini meningkat hingga dua kali lipat dibanding tahun lalu. Awalnya ditargetkan 2.000 peserta, namun kami menyiapkan cadangan hingga 2.250 peserta untuk mengakomodasi masyarakat yang mendaftar secara mendadak. Mudah-mudahan sinergi PAM Jaya, Pemprov DKI Jakarta, dan PKK semakin kuat sehingga dapat terus memberikan kontribusi kepada masyarakat Jakarta,” kata Arief.
Program khitanan massal ini diharapkan tidak hanya membantu masyarakat dari sisi pelayanan kesehatan dan sosial, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, BUMD, dan organisasi kemasyarakatan dalam memberikan manfaat langsung kepada warga.
[Redaktur: Jupriadi]