Pendeta Helmijanto juga menyoroti pentingnya perayaan natal sebagai perayaan ulang tahun Tuhan Yesus.
Ia menjelaskan bahwa natal itu tidak hanya sekadar ibadah, tetapi juga menciptakan lagu dan tema khusus yang digagas oleh istri Pendeta Helmijanto sendiri yang dapat memberikan nuansa unik dalam perayaan Natal.
Baca Juga:
PT PLN Klaim Berhasil Amankan Sistem Kelistrikan saat Natal dan Malam Pergantian Tahun 2025
Menurut Pendeta Helmijanto, perayaan Natal bukanlah untuk menunjukkan kehebatan manusia, melainkan untuk menyenangkan hati Tuhan.
Sebab itu, ia mengajak jemaat untuk merenungkan pengorbanan Tuhan yang memberikan nyawa-Nya demi penebusan dosa umat manusia.
“Analogi sederhana tentang merayakan ulang tahun Tuhan, seperti kita merayakan ulang tahun seseorang dengan membuat kue dan memberikan bunga. Dalam konteks natal, sebagai umat kita harus berusaha melakukan yang terbaik untuk menyenangkan hati Tuhan yang telah berkorban begitu besar,” jelas dia.
Baca Juga:
PT PLN Klaim Berhasil Amankan Sistem Kelistrikan saat Natal dan Malam Pergantian Tahun 2025
Pendeta Helmijanto juga berbicara tentang tantangan dan tekanan yang dihadapi selama perjalanannya.
Ia menanggapi tuntutan jemaat dengan bijak, menjelaskan bahwa keputusannya untuk membuka gereja tidak bermaksud meninggalkan panggilannya, melainkan sebagai respon terhadap dorongan dan keinginan jemaatnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kehidupan doa dan persekutuan dalam pembentukan karakter jemaat.