Sosoknya digambarkan sebagai figur ayah yang penuh penyesalan dan menyimpan beban kesalahan di masa lalu.
Konflik semakin berkembang ketika Tawa kembali dipertemukan dengan Pak Keset setelah bertahun-tahun hidup terpisah dan menyisakan jarak emosional yang dalam.
Baca Juga:
Street Fighter Kembali ke Layar Lebar, Trailer Perdana Tampilkan Aksi Ikonik Para Petarung
Dalam pertemuan itu, Pak Keset memilih bersikap terbuka dengan mengungkap seluruh kesalahan dan aib yang pernah ia lakukan.
Keputusan tersebut diambil demi mendukung perjalanan karier Tawa dan menebus kegagalannya sebagai seorang ayah.
Perlahan, hubungan keduanya mulai mencair seiring berjalannya waktu. Tawa pun mulai memahami sisi lain dari sosok ayah yang selama ini hanya ia kenal melalui luka dan kekecewaan.
Baca Juga:
Sambut Desember, Ini Film Natal Netflix yang Wajib Masuk Daftar Tontonan
Proses tersebut membantunya memaknai ulang masa lalu, berdamai dengan trauma, dan menemukan arti baru dari hubungan keluarga.
Tak hanya menyoroti konflik ayah dan anak, Suka Duka Tawa juga menghadirkan dinamika pertemanan Tawa yang penuh warna.
Lingkaran sahabatnya digambarkan absurd, menghibur, namun sarat solidaritas.