Perilaku semacam ini perlu mendapat perhatian serius bila terjadi berulang dan tidak disertai rasa bersalah.
Para peneliti kemudian menindaklanjuti anak-anak tersebut ketika mereka berusia 9 tahun.
Baca Juga:
Pelita Air Bakal Masuk Garuda Group, MARTABAT Prabowo-Gibran: Konsolidasi Harus Tingkatkan Pelayanan
Hasilnya, anak-anak yang paling banyak menunjukkan masalah perilaku saat balita atau prasekolah lebih cenderung menunjukkan masalah perilaku yang berhubungan dengan psikopati pada masa kanak-kanak berikutnya.
Anak dengan ciri psikopati dapat menunjukkan pola perilaku yang mirip dengan orang dewasa dengan karakteristik serupa.
Salah satu contoh ekstrem yang perlu diwaspadai adalah tindakan menyakiti hewan atau mencoba membunuh hewan untuk memperoleh kesenangan.
Baca Juga:
KAI Kecam Ucapan Kasar Advokat ke Wartawan, Kak Mia: Officium Nobile Wajib Jaga Etika
Pada remaja, tindakan menyakiti atau membunuh hewan juga dapat muncul dalam konteks gangguan psikopati, gangguan perilaku, atau gangguan kepribadian antisosial.
Dalam sebagian kasus, perilaku tersebut bahkan dapat berkaitan dengan dorongan kepuasan seksual.
Meski demikian, orang tua tidak bisa langsung menyimpulkan seorang anak mengalami psikopati hanya dari satu perilaku tertentu.