WahanaNews.co | Alec Baldwin akhirnya angkat bicara terkait insiden penembakan di syuting Rust dan menewaskan Halyna Hutchins.
Dalam video yang dirilis oleh TMZ, Sabtu (30/10) waktu Amerika Serikat, Baldwin mengaku tak bisa memberikan banyak keterangan terkait investigasi karena berdasarkan perintah dari Kepolisian Santa Fe.
Baca Juga:
Ganjar Pranowo: Gratis Biaya Perizinan Syuting Film dalam Rencana Kepresidenan
"Saya tak bisa menjawab pertanyaan apapun soal investigasi. Saya tak bisa," kata Baldwin ditemani istrinya, Hilaria, saat berhadapan dengan paparazi yang mengikutinya di Vermont.
"Ini merupakan investigasi aktif terkait seorang perempuan tewas. Dia teman saya. Dia teman saya," kata Baldwin merujuk Hutchins.
Baldwin mengatakan pada hari ketika dirinya tiba di Santa Fe untuk syuting film Rust, ia sempat mengajak makan malam Hutchins dan sutradara Joel Souza.
Baca Juga:
Syuting Perdana Jebolan Program Indonesiana Filim 2021 "TULANG BELULANG TULANG"
Hal itu disebut Baldwin berjalan amat baik dan merekatkan mereka sebagai sebuah tim dalam proyek film bertema Western tersebut.
"Dan kemudian kejadian mengerikan ini terjadi. Saya telah diberitahu berulang kali, jangan beri komentar apapun soal investigasi yang berjalan. Saya tak bisa [menjawab pertanyaan paparazi]," kata Baldwin.
Baldwin juga menyebut suami Hutchins, Matthew, begitu dirundung duka. Baldwin dan Matthew sempat bertemu setelah kejadian nahas tersebut.
"Dia amat syok. Dia punya putra berusia sembilan tahun. Kami terus berkomunikasi dengan mereka, karena kami amat mengkhawatirkan keluarganya, anaknya," kata Baldwin.
Baldwin menyebut dirinya amat menantikan perkembangan penyelidikan kasus insiden Rust ini. Bahkan dirinya menyebut tertarik akan "upaya berkelanjutan" dalam membatasi penggunaan senjata api di lokasi syuting.
"Memang ada beberapa kejadian insiden di lokasi syuting, tapi tak ada yang seperti ini. Ini adalah satu berbanding miliaran episode, sangat langka," kata Baldwin.
"Berapa banyak peluru ditembakkan di film dan acara televisi selama 75 tahun terakhir. Ini Amerika. Berapa banyak peluru dilepaskan di lokasi film dan televisi sebelumnya? Berapa banyak, miliaran dalam 75 tahun?" lanjutnya.
"Dan hampir semuanya tanpa insiden. Jadi apa yang terjadi saat ini adalah, kita harus menyadari bahwa ketika itu menjadi salah dan ini adalah hal yang mengerikan, bencana, beberapa tindakan mesti dilakukan," kata Baldwin.
"Senjata karet, senjata plastik, bukan senjata asli di lokasi syuting. Bukan saya yang menentukan. Penting bagi kalian memahami saya bukan ahli di bidang ini, jadi apapun yang diputuskan pihak lain adalah hal terbaik untuk melindungi keselamatan orang di lokasi syuting, saya sepenuhnya ikut dan saya akan bekerja sama sebaik mungkin," lanjutnya.
Penyelidikan Kasus Tembakan Alec Baldwin Bisa Berbulan-bulan
Ketika ditanya apakah dirinya yakin produksi Rust akan berlanjut, Baldwin dengan cepat menjawab "tidak, saya tak yakin".
ET pada Sabtu (30/10) waktu Amerika melaporkan, pernyataan Alec Baldwin ini datang setelah Kepolisian Santa Fe mengatakan kepada media bahwa mereka telah mengidentifikasi petugas yang mengurus pistol sebelum digunakan Alec Baldwin.
Mereka menyebut kru yang telah mereka periksa adalah asisten sutradara David Halls dan kru yang bertanggung jawab akan persenjataan, Hannah Gutierrez-Reed.
Insiden penembakan ini sebelumnya dilaporkan bukan kali pertama lokasi syuting Rust disebut tak aman.
Sejumlah laporan menyebut sebelum Halyna Hutchins tewas, beberapa kru mundur dari proyek itu karena lokasi yang dianggap tak aman.
Mengacu pada pernyataan Gutierrez-Reed sebelumnya, ada pula insiden salah tembak yang pernah terjadi di lokasi syuting tersebut. [dhn]