WAHANANEWS.CO, Jakarta - Bayangkan bepergian ke sebuah negara tanpa pernah melihat pesawat mendarat karena memang tidak ada bandara di sana.
Pesawat selama ini menjadi moda transportasi andalan para traveler karena mampu menempuh jarak jauh dalam waktu singkat dan relatif efisien.
Baca Juga:
Dear Traveler! Ini Tips dari Pilot Bagi Kamu yang Takut Terbang
Namun, tidak semua negara di dunia dapat didarati pesawat karena beberapa di antaranya sama sekali tidak memiliki bandara.
Ketiadaan bandara ini bukan disebabkan oleh jalur udara yang berbahaya, melainkan dipengaruhi oleh faktor geografis, luas wilayah yang sangat kecil, hingga kondisi alam yang tidak memungkinkan pembangunan bandara.
Meski tidak memiliki bandara, negara-negara tersebut tetap terhubung dengan dunia luar melalui jalur darat, laut, maupun akses udara dari negara tetangga.
Baca Juga:
4 Tips Bagi Traveling yang Minim Budget
Berikut lima negara di dunia yang tercatat tidak memiliki bandara, namun tetap ramai dikunjungi wisatawan.
Andorra menjadi negara pertama dalam daftar ini karena wilayahnya berada di Pegunungan Pyrenees di antara Spanyol dan Prancis dengan luas sekitar 468 kilometer persegi.
Medan pegunungan yang terjal membuat pembangunan bandara komersial di Andorra sangat sulit untuk direalisasikan.
Negara ini hanya memiliki tiga heliport yang digunakan untuk keperluan medis dan penerbangan privat.
Wisatawan yang ingin berkunjung ke Andorra umumnya terbang ke bandara di Spanyol atau Prancis, seperti Andorra–La Seu d’Urgell Airport di Spanyol, lalu melanjutkan perjalanan darat.
Liechtenstein juga tercatat sebagai negara tanpa bandara meskipun dikenal sebagai negara maju di Eropa.
Negara seluas 160 kilometer persegi yang terletak di antara Swiss dan Austria ini hanya memiliki satu heliport di Balzers.
Akses utama menuju Liechtenstein biasanya melalui Bandara Zurich di Swiss yang kemudian dilanjutkan dengan perjalanan kereta dan bus.
Monako menjadi contoh negara kecil lainnya yang tidak memiliki bandara karena keterbatasan wilayah.
Negara di pesisir Riviera Prancis ini hanya memiliki luas sekitar 2,02 kilometer persegi sehingga tidak memungkinkan pembangunan bandara.
Sebagai gantinya, Monako mengandalkan heliport yang berada di kawasan Fontvieille.
Sebagian besar wisatawan Monako tiba melalui Bandara Nice Côte d’Azur di Prancis lalu melanjutkan perjalanan dengan helikopter, kereta, atau mobil.
San Marino yang dikelilingi wilayah Italia juga tidak memiliki bandara komersial meski dikenal sebagai salah satu republik tertua di dunia.
Negara dengan luas sekitar 61 kilometer persegi ini hanya memiliki heliport terbatas serta landasan kecil untuk keperluan penerbangan darurat.
Wisatawan biasanya terbang ke Bandara Rimini atau Bologna di Italia sebelum melanjutkan perjalanan darat menuju San Marino.
Vatikan menjadi negara terakhir dalam daftar ini sekaligus negara terkecil di dunia dengan luas hanya 0,44 kilometer persegi.
Ketiadaan bandara di Vatikan menjadi hal yang tidak terelakkan karena keterbatasan wilayah yang ekstrem.
Negara ini hanya memiliki sebuah heliport yang digunakan untuk keperluan resmi kenegaraan.
Pengunjung Vatikan umumnya tiba melalui bandara-bandara di Roma lalu melanjutkan perjalanan darat.
Dengan ukuran wilayah yang sangat kecil, Vatikan bahkan dapat dijelajahi hanya dengan berjalan kaki dalam waktu singkat.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]