"Rotasi bumi
mengelilingi matahari yang tidak tegak lurus membuat belahan utara banyak
menerima sinar matahari. Sebaliknya terjadi di bumi selatan," imbuhnya.
Hal yang sama juga
diungkapkan oleh Kepala LAPAN, Thomas Djamaludin.
Baca Juga:
Wanokaka Nusa Tenggara Timur Diguncang Gempa 6.0 Magnitudo
Fenomena itu terjadi karena
pergerakan posisi matahari akibat kemiringan sumbu rotasi bumi.
"Pada bulan Juni, posisi
matahari berada di belahan utara. Terbitnya bukan di titik timur, tetapi
bergeser mendekati timur laut," ujar Thomas kepada wartawan, Jumat (18/6/2021).
[qnt]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.