WahanaNews.co, Tapsel - Festival Tari Sopo Daganak 2023 memasuki putaran final. 15 sanggar tari yang berasal dari berbagai daerah di Provinsi Sumatera Utara, akan bertarung menjadi yang terbaik pada putaran final yang digelar di teater mini Sopo Daganak, Batangtoru, Tapsel, Minggu (29/10/2023).
"15 sanggar tari berhasil maju ke putaran final," ujar Ketua Panitia Festival Tari Sopo Daganak 2023, Gustiana Tanjung, di sela-sela putaran final festival tari.
Baca Juga:
Tambang Emas Martabe Raih PROPER Hijau: Inovasi Ramah Lingkungan untuk Masa Depan Berkelanjutan
Disebutkan, Festival Tari Sopo Daganak 2023 yang dilaksanakan Perkumpulan Sahabat Cerdas (PERSADA), digelar sejak tanggal 14 September 2023. 26 sanggar tari yang berasal dari Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Asahan, Mandailing Natal dan Padang Lawas, mengikuti ajang lomba tari kreasi tradisional tersebut.
Setiap sanggar tari terdiri dari
8 hingga 12 orang. Peserta wajib membawakan tari persembahan 'Surdu Burangir' dengan durasi maksimal 8 menit. Selain itu, peserta akan menampilkan satu tari tradisional pilihan. Instrument dan pakaian yang terkait dengan tarian disediakan sendiri oleh peserta.
Seluruh peserta akan dinilai 5 orang juri yang 2 di antaranya berasal dari UNIMED (Universitas Negeri Medan). Kedua juri ini akan berkolaborasi dengan dewan juri lainnya, yang memiliki kompetensi dalam ilmu seni tari.
Baca Juga:
Tambang Emas Martabe Konsisten Patuhi Baku Mutu Air Sisa Proses
"Para pemenang akan diberikan piala, sertifikat dan uang pembinaan. Untuk keseluruhan 15 finalis akan mendapatkan uang transport dan biaya akomidasi," timpal Gustiana.
Superintendent Community Services PT Agincourt Resources, Yayan Nuryawan, kepada WahanaNews.co, menyampaikan dukungan penuh atas penyelenggaraan Festival Tari Sopo Daganak 2023.
Tak hanya sekedar menumbuhkan kreativitas dibidang seni tari, Yayan menyimpulkan, Festival Tari Sopo Daganak 2023 juga bagian dari menjaga kelestarian budaya tradisional, yang saat ini telah dianggap kuno dan tidak menarik.
Antusias sanggar tari dari berbagai daerah di Sumatera Utara yang begitu tinggi dalam mengikuti lomba, menjadi pertimbangan pihaknya untuk pelaksanaan di tahun-tahun berikut. Pihaknya juga akan melakukan berbagai langkah, sehingga Festival Tari Sopo Daganak tidak dinarasikan hanya milik PTAR.
"Pelaksanaan ini kan masih tahun pertama. Pastinya kita akan menggelar diskusi internal dulu, untuk pelaksanaan tahun-tahun berikut. Upaya-upaya kolaborasi dengan Pemerintah juga akan kita lakukan, sehingga anekdot festival tari ini tidak hanya melulu milik PTAR," katanya.
Sebagaimana diketahui, PERSADA (Perkumpulan Sahabat Cerdas) sebuah komunitas generasi muda binaan PT Agincourt Resources (PTAR). PERSADA bergerak dalam bidang seni budaya. PERSADA didirikan pada tanggal 27 Januari 2016 di Desa Sipenggeng, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan.
Lembaga sosial kemasyarakatan non profit ini di dukung penuh melalui program Pengembangan dan Pemberdayan Masyarakat oleh PTAR. Tujuan terbentuknya organisasi ini adalah sebagai wadah pengembangan bakat anak dan pemberdayaan masyarakat di bidang pendidikan, seni budaya dan ekonomi.
[Redaktur : Alpredo Gultom]