"Yang 4 karena komorbid langsung masuk Panti
Rapih," sebutnya.
Sementara terkait penanganan terhadap karyawan, pihaknya
bekerja sama dengan Satgas COVID-19 setempat. Rata-rata karyawan yang
terkonfirmasi positif juga berstatus OTG.
Baca Juga:
Kasus Keracunan MBG, Kemenkes Siapkan Mekanisme Laporan Seperti Pandemi COVID
"Rata-rata OTG. Ada yang dijemput ambulans dan ke
Asrama Haji dan lain sebagainya. Kami juga koordinasi dengan satgas setempat
karena karyawan ada yang pulang untuk isolasi mandiri," terangnya.
Ia menjelaskan, sejak awal pandemi atau sejak Maret 2020
pihaknya menerapkan protokol kesehatan ketat. Sebab, para penghuni mayoritas
berusia lanjut.
"Sebenarnya sejak awal pandemi, kami telah menerapkan
protokol kesehatan dengan ketat. Di sini kan rumah suster yang sudah sepuh dan
kami ketat dengan protokol. Seperti ukur suhu, pakai masker, semua kami
upayakan," ungkapnya.
Baca Juga:
INALUM dan Puskesmas Sei Suka Lakukan Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada Warga Desa Kuala Tanjung
Ia pun belum bisa memastikan dari mana asal muasal bisa
terjadi kasus corona di Biara St. Anna. "Terpapar dari mana (belum tahu).
(Tapi) kalau sekarang itu kan (banyak) klaster keluarga," ucapnya.
Lebih lanjut, sejak adanya kabar para suster terkonfirmasi
positif Corona, banyak bantuan datang dari berbagai pihak.
"Jadi banyak yang peduli. Alumni itu mengirimi
obat-obatan, vitamin, APD, jadi kami bersyukur untuk itu," imbuhnya. [qnt]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.