WAHANANEWS.CO - Seorang ibu yang sedang membonceng anaknya di kawasan Koja, Jakarta Utara, menjadi korban pelemparan bom molotov yang diduga salah sasaran. Beruntung, ibu dan anak tersebut selamat tanpa mengalami luka meski sempat terjatuh akibat insiden itu.
Kapolsek Koja Kompol Andry Suharto mengatakan kondisi korban saat ini dalam keadaan baik dan tidak mengalami cedera setelah kejadian.
Baca Juga:
Taufik Hidayat Diburu Polisi, Sayembara Rp250 Juta Diberlakukan di Jabar
"Kondisi korban nggak kenapa-kenapa aman saja sejak kejadian. Beliau hanya kaget saja dan motor jatuh dan tidak luka apa pun," kata Andry, Selasa (23/6/2026).
Berdasarkan rekaman video yang beredar, api dari bom molotov yang dilempar pelaku nyaris menyambar sepeda motor yang dikendarai korban.
Korban terlihat panik dan kehilangan kendali hingga sepeda motornya menabrak tembok rumah warga di sekitar lokasi kejadian.
Baca Juga:
BUMDes Sitinjo II TA 2025 Merugi Hingga Rp166 Juta
Akibatnya, ibu dan anak yang diboncengnya terjatuh di pinggir jalan.
Polisi menyebut korban telah diarahkan untuk membuat laporan resmi terkait peristiwa tersebut.
Sementara itu, para pelaku pelemparan bom molotov hingga kini masih dalam pengejaran aparat kepolisian.
"Pelaku belum (ditangkap), masih proses sama tim gabungan," ujar Andry.
Peristiwa pelemparan bom molotov itu terjadi di Jalan Mandiri II, Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, pada Senin (22/6/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
Saat kejadian, korban diketahui sedang dalam perjalanan menuju pasar bersama anaknya.
Hasil penyelidikan sementara mengarah pada dugaan bahwa korban bukan target utama para pelaku.
Polisi menduga bom molotov tersebut sebenarnya ditujukan kepada paman dari mantan istri salah satu pelaku.
Namun, korban yang melintas di lokasi pada waktu bersamaan diduga menjadi korban salah sasaran.
"Bukan melempar ibu-ibu, ibu itu tidak sengaja lewat. (Pelaku) melempar paman dari pacar mantan istri pelaku, tapi tidak kena," kata Andry.
Polisi saat ini masih memburu empat pelaku yang diduga terlibat dalam aksi pelemparan bom molotov tersebut.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]