WahanaNews.co | Presiden Joko Widodo alias Jokowi
mengatakan, wisata Negeri di Atas Awan
di Toraja Utara menjadi salah satu destinasi yang layak dikunjungi saat berlibur ke
Toraja.
Pernyataan
itu ia sampaikan dalam pembukaan Bandara Toraja di Mengkendek, Tana Toraja,
Sulawesi Selatan, Kamis (18/3/2021).
Baca Juga:
Wisata Negeri di Atas Awan atau lebih dikenal
dengan Lolai juga pernah dikunjungi
almarhum ibunda Jokowi, Sudjiatmi Notomiharjo, tahun 2016.
Tongkonan
Lempe merupakan wisata pertama yang berdiri di Lolai pada 2015, dan menjadi daya tarik wisatawan.
Lokasinya
berada 11 kilometer (km) dari pusat kota Rantepao.
Setelah
eksis, tempat wisata lainnya juga bermunculan di area Lolai, yaitu To'Tombi dan Pongtorra.
Awal Mula WisataTongkonan
Lempe
Wisata
Tongkonan Lempe ini merupakan rumah adat warga setempat yang kemudian mulai
dieksplor menjadi spot foto oleh beberapa fotografer dari Jakarta, Surabaya,
Bandung, Toraja, Palu, dan Makassar.
Salah
satunya adalah Abun Pasanggang, yang juga menjadi pengelola Tongkonan Lempe saat ini.
Abun
Pasanggang bercerita kepada wartawan, Selasa (16/3/2021), bahwa
kunjungan mereka saat itu untuk hunting
foto upacara Ma"Nene tahun 2014.
"Dulu
kami hunting Ma'Nene tahun 2014, kebetulan rumah
teman yang ditempati ada di Lolai.
Pagi-pagi waktu kami lihat, kok ada bangunan di situ? Lalu kami diajak ke sana
subuh-subuh dan bagus sekali dan dulunya ini masih banyak pohon-pohon,"
kata Abun.
Sejak
kunjungan pertama tersebut, Abun mulai intens berkunjung bahkan menginap selama
beberapa hari untuk memperhatikan dan mempelajari kondisi awan sebelum ia
memperkenalkan wisata ini ke orang banyak.
Masyarakat
setempat kemudian mulai bertanya kepada dia soal potensi Lolai untuk menjadi
tempat wisata.
"Dulu
cuma sewakan tenda saja awal-awal. Lalu mulai dibangun fasilitas lainya karena
kasihan pengunjung yang datang saat itu," jelas Abun.
Setelah
mempelajari kondisi awan dan mengenalkan Tongkonan Lempe, wisata Lolai ini kemudian mulai booming dan banyak diliput media tahun
2015.
Berwisata keTongkonan Lempe
Waktu
tempuh menujuTongkonan Lempe adalah sekitar20 menit dengan motor
dan 40 menit naik mobil jika jalanan tidak macet.
Tarif
masuknya hanya Rp 15.000.
"Untuk
parkir di luar biaya masuk karena jika tempat parkir di Tongkonan Lempe penuh,
pengunjung akan menggunakan halaman rumah warga jadi kami kenakan biaya Rp
5.000 untuk motor, Rp 10.000 untuk mobil. Lalu uangnya yah kami berikan ke
warga," ujar Abun.
Ketika
masuk, pengunjung akan melihat dua tongkonan yang berhadapan dengan tiga
lumbung.
"Memang
bentuknya terlihat mirip, tapi fungsinya yang berbeda. Tongkonan untuk
ditinggal orang, lumbung untuk menyimpan gabah," tutur Abun.
Melihat
banyaknya pengunjung yang datang, kemudian beberapa fasilitas penunjang lain
mulai didirikan, seperti resort,
restoran, wc, spot foto, tempat mendirikan tenda dan mushala.
Ada
pula penginapan dengan harga mulai Rp 250.000 - Rp 1 juta.
Jika
ingin berkemah, Anda dapat membawa tenda sendiri dari rumah atau menyewa di warga
sekitar dengan membayar Rp 80.000 - Rp 100.000, tergantung ukuran tenda.
Abun
menyarankan untuk datang ke Tongkonan Lempe pukul 04.00 WIT agar terhindar dari
kemacetan, sehingga pengunjung dapat melihat pemandangan matahari terbit.
"Kalau
datang dan belum ada matahari, bisa sambil minum kopi Toraja. Tempat seperti
ini cocok sekali. Di sini harga kopi Torajanya Rp 5.000 per gelas sama kayak
warung di luar dan banyak warga sekitar yang jual," lanjut Abun.
Karena
masih pandemi, saat berkunjung wisatawan tetap harus memakai masker, mencuci
tangan, dan menjaga jarak. [qnt]