Sementara itu, Rektor IPDN, Dr. Halilul Khairi., M.Si, mengatakan jika Kemendagri juga memberikan bantuan berupa alat kerja diantaranya 52 laptop, 52 modem internet, 52 printer dan 2.535 stel pakaian pdh khaki untuk pegawai Pemkab disana.
"Praja dan ASN Kemendagri juga membantu dalam hal pendampingan percepatan penetapan APBD, pengelolaan barang milik daerah dan pendampingan pengelolaan administrasi perkantoran," ucap Rektor IPDN.
Baca Juga:
Sekda Sumedang Sambut Wakil Rektor IPDN, Monitoring Magang Tingkat III Praja di Command Center IPP
Selain itu, kata dia, disela-sela pembersihan, praja juga turut serta membantu trauma healing anak-anak korban bencana di Aceh Tamiang.
"Selain bersih-bersih, praja juga mengajak bermain dan membacakan cerita kepada anak-anak serta membangun komunikasi yang tenang dan menyenangkan bersama warga disana," kata Rektor IPDN, Dr. Halilul Khairi., M.Si.
Dikatakan Dr. Halilul Khairi, pendampingan ini bertujuan memulihkan mental anak-anak, sehingga tidak hanya bangunannya saja yang dibersihkan oleh praja tapi mental anaknya pun turut dipulihkan.
Baca Juga:
Bupati Palas Menerima Kunjungan Siswa-Siswi Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).
"Tentu selanjutnya IPDN-Kemendagri akan mengirimkan kembali sejumlah 779 orang yang terdiri atas 726 praja dan 53 ASN IPDN ke 12 Kecamatan dan 216 Gampong di Aceh Tamiang yang mulai bertugas pada tanggal 6 Februari s.d. 6 Maret 2026," bebernya.
"Satgas gelombang II ini difokuskan untuk melakukan pemulihan dini dengan membersihkan dan memfungsikan kembali fasilitas umum," imbuh Halilul.
Pada saat yang bersamaan, IPDN juga melaksanakan penutupan Praktik Lapangan II dan III baik di kampus pusat Jatinangor maupun di kampus daerah. Adapun pelaksanaan Praktik Lapangan ini dilakukan oleh satuan praja muda dan madya selama sekitar 30 hari yang berlokasi di Organisasi Perangkat Daerah pada masing-masing kampus. Peserta magang yakni satuan praja putri yang tidak diberangkatkan ke Aceh.