WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pengabdian relawan PLN UID Sumatera Barat dalam misi kemanusiaan pemulihan listrik pascabanjir di Aceh kembali mendapat sorotan setelah tim tersebut tiba di Padang usai menuntaskan tugasnya.
Tim relawan PLN UID Sumatera Barat yang tergabung dalam Batch 1 disambut manajemen setibanya di Padang sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian mereka selama menjalankan misi kemanusiaan di wilayah terdampak bencana.
Baca Juga:
PLN Pulihkan Listrik Aceh, Aktivitas Sosial dan Ekonomi Warga Kembali Bergerak
General Manager PLN UID Sumatera Barat Ajrun Karim menyampaikan rasa bangganya atas kinerja relawan yang dinilai telah menunjukkan semangat pelayanan tanpa pamrih.
“Rekan-rekan relawan telah menunjukkan arti sesungguhnya dari pengabdian,” ujar Ajrun Karim dalam keterangan resminya, beberapa waktu lalu.
Ajrun Karim menegaskan kehadiran relawan PLN tidak hanya berkontribusi pada pemulihan jaringan listrik, tetapi juga memberi harapan dan semangat bagi masyarakat Aceh yang terdampak banjir.
Baca Juga:
Polda Jambi Gelar Sosialisasi DIPA RKA-K/L dan Penandatanganan Pakta Integritas T.A. 2026
Salah satu kisah yang menjadi perhatian manajemen adalah adanya anggota tim relawan yang tetap bertugas di Aceh meskipun rumahnya sendiri terdampak banjir di Sumatera Barat.
“Ini adalah teladan nyata tentang ketulusan, keberanian, dan jiwa pelayanan yang luar biasa,” katanya.
Selama bertugas di Aceh, relawan PLN UID Sumatera Barat fokus memperbaiki jaringan listrik yang rusak akibat banjir dengan mengganti material serta menormalkan gardu distribusi.
Upaya tersebut berdampak langsung pada pulihnya aktivitas masyarakat, mulai dari layanan kesehatan, pendidikan, fasilitas umum, hingga pusat-pusat ekonomi yang kembali beroperasi.
PLN UID Sumatera Barat memastikan komitmen untuk terus mendukung pemulihan pascabencana melalui pengiriman tim lanjutan serta kesiapsiagaan personel dan peralatan guna membantu masyarakat di wilayah terdampak.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]