WahanaNews.co | Akibat curah hujan yang tinggi di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri) sejak Rabu (14/12/2022) dini hari, beberapa lokasi di Ranai, Natuna, terendam banjir.
Berdasarkan informasi yang berhasil dikonfirmasi Kompas.com, banjir terjadi karena luapan air sungai yang diakibat kondisi curah hujan yang tinggi dan disertai kurang bagusnya sistem drainase yang ada di sekitar kejadian.
Baca Juga:
PLN Akan Bangun SUTT di Natuna Guna Tingkatkan Keandalan Listrik
Lokasi yang mengalami banjir, di antaranya kawasan Keluarahan Ranai Darat, Air Kolek, Air Lebai, Sihotang, Air lakon, Desa Limau Manis, dan Desa Sebadai Ulu.
Bupati Natuna, Wan Siswandi yang memantau langsung insiden ini mengatakan hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur hampir di seluruh wilayah Natuna akan terus terjadi hingga Sabtu (17/12/2022) mendatang.
“Banjir ini murni karena luapan sungai yang tak mampu membedung curah hujan yang cukup tinggi di wilayah Natuna dan sekitarnya,” kata Wan melalui sambungan telepon, Kamis (15/12/2022).
Baca Juga:
Bupati Natuna Paparkan Sejumlah Capaian Pembangunan Selama Dua Tahun
Ia mengatakan hujan ini terjadi sejak Rabu (14/12/2022) dini hari dan hingga saat ini terus deras.
“Saya harap masyarakat juga tetap waspada, untuk diri sendiri, awasi anak kecil dan orangtua, jangan sampai lepas dari pengawasan,” papar Wan.
“Kalau keadaan memang memaksa, pemerintah daerah akan menyiapkan tempat-tempat mengungsi bagi warga terdampak banjir,” tambah Wan menegaskan.
Dirinya juga minta kepada BPBD Natuna untuk siaga mengantisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Ini termasuk banjir besar, sekali lagi saya berharap masyarakat selalu waspada, terutama masyarakat yang berada di wilayah bantaran sungai dan juga di dataran rendah. Karena info yang saya dapat dari BMKG potensi hujan lebat akan terjadi hingga sabtu mendatang,” papar Wan.
Disinggung apakah ada korban jiwa dari musibah ini, Wan mengaku sampai saat ini belum ada laporan korban jiwa.
“Alhamdulillah hingga saat ini belum ada korban jiwa, namun BPBD Natuna terus melakukan pemantauan dan upaya evakuasi apabila sewaktu-waktu diperlukan,” pungkas Wan. [rna]