WAHANANEWS.CO, Bandung - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa sektor seni dan kreativitas memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Drama Musikal Gebyar Santa Angela yang digelar di Universitas Katolik Parahyangan, Jumat (24/1/2026).
Baca Juga:
Bangga! Kota Bandung Jadi Tuan Rumah ASEAN-India Artists Camp Exhibition 2025
Dalam kesempatan tersebut, Farhan mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025, Kota Bandung berhasil menarik hampir 20 juta wisatawan.
Tingginya angka kunjungan tersebut tidak lepas dari masifnya penyelenggaraan berbagai kegiatan publik yang menyentuh sektor seni, budaya, pendidikan, hingga olahraga.
Ia menjelaskan, lonjakan kunjungan wisatawan terjadi berkat beragam agenda, mulai dari pertunjukan seni dan budaya, seminar dan forum ilmiah, hingga berbagai kompetisi olahraga yang turut menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
Baca Juga:
Guru Seni Budaya Diduga Lakukan Pelecehkan Kepada 11 Siswi SMKN 56 Jakarta
“Berbagai event ini membuat ekonomi Kota Bandung bergerak dengan cepat, kita berharap laporan BPS segera keluar dengan kabar baik,” ujar Farhan.
Menurutnya, potensi pertumbuhan ekonomi Kota Bandung ke depan cukup signifikan, mengingat nilai ekonomi kota ini telah mencapai ratusan triliun rupiah.
Dengan dukungan kegiatan kreatif yang berkelanjutan, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif diyakini akan terus berkembang.
Farhan juga menekankan bahwa seni telah menjadi identitas kuat Kota Bandung yang selalu dirindukan wisatawan.
Daya tarik ini membuat jutaan pengunjung datang bukan sekadar berwisata, tetapi juga merasakan atmosfer seni yang hidup dan khas.
“Orang datang ke Bandung ingin merasakan suasana seninya,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia memaparkan dua faktor utama yang membentuk vibe seni Kota Bandung, yakni kondisi alam yang sejuk serta kekuatan kreativitas masyarakatnya. Kombinasi keduanya dinilai menciptakan suasana kota yang nyaman dan inspiratif.
“Udara Bandung membuat orang betah apalagi dengan hujan dan angin sepoi-sepoi seperti sekarang,” tuturnya.
Selain faktor alam, Farhan menegaskan bahwa kreativitas warga Bandung tumbuh dari nilai-nilai sosial yang dijaga secara turun-temurun.
Nilai tersebut menjadi fondasi kuat bagi tumbuhnya keberagaman ekspresi seni.
“Kreativitas tumbuh karena kita menjaga cinta pada bumi, kemanusiaan dan keanekaragaman,” kata Farhan.
Ia menilai, keberagaman yang terpelihara dengan baik mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk berani mengekspresikan diri.
Hal tersebut membuat kreativitas anak-anak Bandung berkembang secara alami dan berkelanjutan.
Menurut Farhan, panggung seni menjadi ruang awal yang sangat penting bagi anak-anak dalam membentuk identitas diri, rasa percaya diri, serta keberanian untuk tampil dan berkarya.
Ia pun mengenang masa kecilnya yang lekat dengan dunia seni, yang turut membentuk perjalanan hidup dan kepemimpinannya hingga saat ini.
“Walaupun di tengah kesibukan, saya tetap memaksakan hadir di sini, karena seni adalah bagian dari hidup dan identitas Kota Bandung,” tutup Farhan.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]