WahanaNews.co | Sulawesi Utara (Sulut) diguncang lima kali gempa bumi beruntun pada Sabtu
(10/7/2021) pagi.
Gempa bumi pertama
terjadi pada pukul 07.43 WIB berkekuatan magnitudo 6,2.
Baca Juga:
Sumedang dan Majalengka Jadi Salah Satu Daerah dengan Jumlah Petir Tertinggi di Bulan Maret 2025
Sementara gempa bumi
susulan kedua terjadi pada pukul 07.51 WIB, dengan kekuatan magnitudo 5,8.
Kepala bidang Mitigasi
Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG),
Daryono, mengungkapkan, gempa bumi susulanketiga hingga
kelimasemakin kecil pada pukul 08.25 WIB,dengan kekuatan magnitudo3,6.
"Hingga pukul 08.25
WIB pagi ini, hasil monitoring BMKG terhadap gempa Laut Maluku M 6,2 menunjukkan telah terjadi 5 (lima) kali
aktivitas gempa susulan (aftershock)
dengan magnitudo terbesar M 5,8
dan terkecil M
3,6," kata
Daryonokepada wartawan.
Baca Juga:
Potensi Cuaca Ekstrem Masih Berlanjut hingga Lebaran, PLN Siapkan Langkah Antisipatif
Daryono menegaskan, gempa dangkal yang mengguncang kepulauan
TalaudSulut tersebut terjadi akibat adanya deformasi ataupenyesaran
pada Lempeng Laut Maluku.
"Hasil analisis
mekanisme sumber gempa Laut Maluku M6,2 ini menunjukkan mekanisme pergerakan sesar
naik (thrust fault)," ungkap
Daryono.
Guncangan gempa Laut
Maluku tersebut, kata Daryono, juga dirasakan di sejumlah wilayah Sulawesi
Utara, yakni di Sangihe III-IV MMI dan Tomohon, Bitung, Boltim II MMI.
Hingga saat ini, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan
akibat gempa tersebut.
Daryonojuga
menegaskan, tidak ada peringatan tsunami.
"Hasil pemodelan
menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami," tegas Daryono.
KepulauanTalaud,Sulawesi Utara, diguncang gempa berkekuatan M 6,2.
Episenter di laut pada
jarak 112 km arah barat daya Kota Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud,
Sulawesi Utara,
pada kedalaman 23 km. [dhn]