WAHANANEWS.CO, Jakarta - Hujan yang kerap mengguyur wilayah Jabodetabek sejak malam hingga pagi hari belakangan ini bukanlah fenomena kebetulan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, pola hujan tersebut merupakan karakteristik khas pada puncak musim hujan.
Baca Juga:
BMKG Pastikan Gempa Sukabumi Akibat Subduksi, Tidak Berpotensi Tsunami
Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani mengatakan, hujan pada musim hujan umumnya memang terjadi pada malam hingga dini hari, bahkan bisa berlanjut sampai pagi.
"Ini karakteristik hujan pada musim hujan ya, musim hujan itu biasanya karakteristiknya itu ada di malam hingga dini hari, bahkan pagi," jelas Andri saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Menurutnya, kondisi ini perlu mendapat perhatian khusus karena hujan sering turun saat sebagian besar masyarakat sedang beristirahat. Situasi tersebut berpotensi meningkatkan risiko jika masyarakat tidak memantau perkembangan cuaca.
Baca Juga:
Gempa M5,4 Guncang Sukabumi pada Dini Hari, Getarannya Terasa hingga Jakarta
"Nah ini justru yang perlu kewaspadaan, terkadang di malam hari itu kan masyarakat sedang beristirahat," ujarnya.
Andri menambahkan, secara ilmiah pola hujan malam hingga pagi hari terjadi karena dinamika atmosfer pada musim hujan yang mendukung pembentukan awan hujan pada waktu tersebut.
"Karena dinamika atmosfer pada saat musim hujan itu mendukung terhadap pembentukan awan-awan hujan pada saat malam hari," ungkap dia.