WAHANANEWS.CO, Jakarta - Hujan deras yang mengguyur Jakarta dan wilayah sekitarnya sejak dini hari membuat genangan kembali meluas, memaksa aparat siaga dan warga meningkatkan kewaspadaan pada Jumat (23/1/2026).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan, ratusan titik permukiman warga terdampak dengan genangan air bervariasi akibat intensitas hujan yang tinggi.
Baca Juga:
Hujan Deras Lumpuhkan Jakarta, 45 RT dan 22 Ruas Jalan Terendam
“BPBD mencatat saat ini terdapat 106 RT dan 14 ruas jalan tergenang sesuai data pukul 03.00 WIB,” ujar Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji, Jumat (23/1/2026).
Data tersebut dihimpun dari laporan lapangan petugas BPBD yang melakukan pemantauan sejak hujan turun merata di sejumlah wilayah Jakarta.
Genangan air dilaporkan menghambat aktivitas warga, terutama pada ruas-ruas jalan yang menjadi akses utama permukiman dan jalur penghubung antarwilayah.
Baca Juga:
BMKG: Modifikasi Cuaca Langkah Pengendalian Risiko Bencana Hidrometeorologi
BPBD DKI Jakarta menyatakan terus melakukan pembaruan data dan koordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan banjir serta memastikan keselamatan warga.
Imbauan kewaspadaan juga disampaikan kepada masyarakat mengingat potensi hujan ekstrem masih dapat terjadi sepanjang hari ini.
Adapun data wilayah yang terendam banjir sebagai berikut:
Jakarta Barat (40 RT):
Kelurahan Duri Kosambi (5 RT, 50–80 cm)
Kapuk (5 RT, 40–65 cm)
Kedaung Kali Angke (8 RT, 80 cm)
Rawa Buaya (7 RT, 45–150 cm)
Kedoya Selatan (4 RT, 80 cm)
Kedoya Utara (7 RT, 15–80 cm)
Sukabumi Utara (1 RT, 30 cm)
Kembangan Selatan (1 RT, 35 cm)
Meruya Selatan (1 RT, 60 cm)
Kota Bambu Selatan (1 RT, 50 cm)
Jakarta Selatan (34 RT):
Pondok Labu (1 RT, 20 cm)
Cipete Utara (3 RT, 40 cm)
Petogogan (26 RT, 30 cm)
Cipulir (1 RT, 90 cm)
Pondok Pinang (4 RT, 50 cm)
Duren Tiga (1 RT, 40 cm)
Cilandak Timur (1 RT, 40 cm)
Jakarta Timur (30 RT):
Rawa Terate (1 RT, 80 cm)
Bidara Cina (4 RT, 40–60 cm)
Cipinang Muara (2 RT, 60 cm)
Kampung Melayu (4 RT, 75–100 cm)
Cipinang Melayu (19 RT, 30–90 cm)
Makasar (4 RT, 30 cm)
Jakarta Utara (2 RT)
Kapuk Muara (2 RT, 40 cm)
BPBD mencatat puluhan warga mengungsi di beberapa titik, yakni Masjid Jami Al Khaeer di Kedaung Kali Angke (11 KK, 28 jiwa), Aula Rusunawa KS Tubun di Kota Bambu Selatan (20 KK, 65 jiwa), serta Masjid Al Muqorrobin di Cipinang Melayu (18 KK, 69 jiwa).
Di Jakarta Pusat, terdapat pengungsi di RPTRA Segas, RPTRA Intiland, Aula Masjid Muhajirin, PAUD Nusantara, dan Pos RW 02 dengan total lebih dari 200 jiwa.
Beberapa ruas jalan juga mengalami genangan, antara lain Jl. Srengseng Raya, Jl. Daan Mogot KM 13, Jl. Pertenakan, Jl. Gotong Royong, Jl. Kapuk Bongkaran, Jl. Taman Kota, Perumahan BTN Jl. Delima VIII, Jl. Strategi Raya, Jl. Basoka Raya, Jl. Pulo Raya IV, Jl. Raya Cipinang Indah, serta Jl. Kebon Pala II RW 04 dan RW 05.
Tinggi genangan bervariasi antara 10 hingga 65 cm.
“BPBD DKI Jakarta menurunkan personel untuk memantau kondisi genangan, serta berkoordinasi dengan Dinas SDA, Dinas Bina Marga, dan Dinas Gulkarmat. Penyedotan genangan dilakukan, talang air dicek, dan kebutuhan dasar bagi penyintas disiapkan. Targetnya, genangan surut secepat mungkin,” kata Isnawa.
BPBD mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap genangan, dan dalam keadaan darurat dapat menghubungi nomor 112 yang beroperasi 24 jam.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]