WAHANANEWS.CO, Jakarta - Ratusan petugas PLN bersama puluhan alat berat dikerahkan untuk membangun lima tower darurat sebagai pengganti menara Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV yang rusak akibat banjir bandang di Aceh pada Sabtu (29/11/2025).
Pasalnya, empat tower roboh dan satu lainnya mengalami kerusakan berat di Kabupaten Bireuen setelah daerah itu diterjang banjir dan angin kencang.
Baca Juga:
Tower SUTT Roboh, PLN Andalkan Island Operation 100 MW di Aceh
Tower darurat—struktur sementara yang dibangun untuk menggantikan tower transmisi yang tumbang—berfungsi menjaga aliran listrik tetap tersambung saat infrastruktur permanen belum bisa dipulihkan, sehingga suplai energi tetap dapat dialirkan ke jaringan utama meski jalur transmisi normal dalam kondisi terputus.
Pembangunan tower darurat menjadi langkah krusial PLN karena kerusakan jaringan tersebut berdampak pada pasokan listrik di wilayah luas mulai Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Lhokseumawe, Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Timur, Langsa, Aceh Tamiang, Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, hingga Aceh Singkil.
Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Aceh, Lukman Hakim, menjelaskan bahwa PLN mengerahkan personel gabungan dari Sumatera Utara, Riau, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah untuk mempercepat pembangunan lima tower darurat tersebut.
Baca Juga:
Tower 150 kV di Aceh Roboh, Jaringan Distribusi Rusak: PLN Kerahkan Pemulihan Berlapis
Sementara material pendukung dikirim dari Palembang, Lampung, Jambi, Pekanbaru, dan Padang agar pemulihan sistem kelistrikan tidak terhambat.
“Kami memohon dukungan dan doa agar proses perbaikan di lapangan berjalan lancar sehingga suplai listrik di Aceh dapat segera pulih,” ujarnya.
PLN memastikan informasi perkembangan pemulihan akan disampaikan secara berkala melalui kanal resmi dan pelanggan dapat mengakses layanan melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center PLN 123 selama 24 jam.