WAHANANEWS.CO, Jakarta - PT PLN (Persero) bersama TNI AU mengerahkan pesawat Hercules dari Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta untuk mengangkut material tower darurat demi memulihkan jaringan listrik di Aceh pascabanjir yang melanda pada Jumat (28/11/2025).
Pesawat Hercules pertama mendarat di Lanud Iskandar Muda Aceh sekitar pukul 11.45 WIB pada Kamis (28/11/2025) sore, dan langsung membongkar muatan material.
Baca Juga:
PLN Angkut Tower Darurat untuk Pemulihan Aceh Pakai Hercules dan Helikopter
Selanjutnya, seluruh material diterbangkan kembali menggunakan helikopter menuju titik-titik kerusakan untuk mempercepat pembangunan tower darurat.
Kolaborasi lintas-sektor antara PLN dan TNI AU menjadi penentu dalam situasi kritis karena karakter geografis Aceh yang sulit ditembus serta kerusakan jaringan transmisi yang meluas sehingga pengiriman lewat darat tidak memungkinkan dalam waktu cepat.
General Manager PLN UID Aceh Eddi Saputra menegaskan bahwa percepatan pemulihan menjadi prioritas utama PLN dan menyebut satu kloter pertama material telah tiba dengan selamat dan sedang didistribusikan ke area terdampak untuk mendukung pembangunan tower darurat.
Baca Juga:
Akses Putus, Tim PLN Jalan Kaki 64 Km Demi Perbaiki Gardu Induk di Sibolga
"Mobilisasi cepat dan akurat melalui dukungan pesawat Hercules merupakan faktor krusial karena pendataan terbaru menunjukkan jumlah tower roboh bertambah dari lima menjadi total dua belas akibat cuaca ekstrem yang terus berlanjut di jalur transmisi Bireun–Arun, Brandan–Langsa, dan Peusangan–Bireun," ujarnya.
PLN mengapresiasi penuh dukungan TNI AU karena pengiriman udara memungkinkan material berat menjangkau lokasi-lokasi terpencil yang terputus akses daratnya dan memperpendek waktu pemulihan yang jika menggunakan metode reguler bisa memakan waktu berhari-hari.
“Kolaborasi ini memang terasa nyata, soalnya kalau lewat darat sudah pasti lama, jadi kami senang lihat pesawat Hercules datang karena artinya listrik bisa lebih cepat pulih,” ujar Nur Fadillah, warga Kecamatan Kuta Blang.