WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pemulihan jaringan listrik di wilayah terdampak bencana hampir tuntas.
Capaian ini menjadi faktor kunci yang mempercepat agenda pemerintah dalam penyediaan hunian tetap atau huntap bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
Baca Juga:
PLN Tuntaskan Pemulihan Listrik, Pemerintah Pacu Rekonstruksi Pascabencana
PLN memainkan peran strategis sebagai penyedia infrastruktur kelistrikan yang menjadi prasyarat utama pembangunan huntap.
Dengan listrik yang kembali stabil, proses perencanaan dan pembangunan hunian permanen dapat berjalan lebih terukur dan berkelanjutan.
Pemerintah menilai pemulihan listrik yang dilakukan PLN memberikan dampak langsung terhadap percepatan program jangka menengah pascabencana.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Apresiasi PLN yang Turut Topang Pendapatan Pemkab Bekasi dari Sektor Pajak
Pemulihan jaringan listrik di wilayah terdampak bencana hampir tuntas. Capaian ini menjadi faktor kunci yang mempercepat agenda pemerintah dalam penyediaan hunian tetap (huntap) bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana.
PLN memainkan peran strategis sebagai penyedia infrastruktur kelistrikan yang menjadi prasyarat utama pembangunan huntap.
Dengan pasokan listrik yang kembali stabil, proses perencanaan dan pembangunan hunian permanen dapat berjalan lebih terukur, aman, dan berkelanjutan.
Pemerintah menilai pemulihan listrik yang dilakukan PLN memberikan dampak langsung terhadap percepatan program jangka menengah pascabencana.
Listrik tidak hanya dibutuhkan untuk penerangan, tetapi juga menopang operasional alat berat, distribusi material bangunan, serta aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di kawasan relokasi.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan bahwa ketersediaan infrastruktur dasar, khususnya listrik, menjadi faktor penentu keberhasilan pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak bencana.
“Pemulihan listrik yang hampir tuntas sangat membantu pemerintah dalam mengejar target pembangunan hunian tetap. Tanpa dukungan kelistrikan yang andal, pembangunan huntap tentu akan menghadapi banyak kendala di lapangan,” ujar Maruarar Sirait saat meninjau progres pemulihan dan rencana pembangunan hunian pascabencana.
Dari sisi PLN, komitmen untuk memastikan seluruh infrastruktur kelistrikan di lokasi pembangunan huntap siap dan andal telah dilakukan sejak masa tanggap darurat.
PLN melakukan pemetaan prioritas jaringan listrik yang menopang kawasan relokasi, fasilitas umum, serta pusat-pusat aktivitas warga.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan bahwa pemulihan listrik bukan sekadar menyalakan kembali jaringan, tetapi memastikan pasokan listrik dapat mendukung proses pembangunan dan kehidupan masyarakat dalam jangka panjang.
“Listrik adalah enabler utama pembangunan. PLN memastikan jaringan kelistrikan di area huntap siap mendukung proses konstruksi hingga nantinya dapat melayani kebutuhan listrik warga secara berkelanjutan dan aman,” kata Darmawan Prasodjo.
Pengamat sosial dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Domy Sokara, menilai pemulihan listrik memiliki dampak sosial yang signifikan dalam fase rekonstruksi pascabencana.
Menurutnya, listrik menjadi penanda transisi dari kondisi darurat menuju pemulihan sosial yang lebih stabil.
“Ketika listrik kembali menyala, masyarakat mendapatkan kembali rasa normalitas. Ini penting tidak hanya untuk pembangunan fisik huntap, tetapi juga untuk memulihkan produktivitas, ketahanan sosial, dan optimisme warga,” ujar Domy Sokara.
Seiring hampir rampungnya pemulihan listrik, pemerintah optimistis target pembangunan huntap dapat dicapai sesuai jadwal.
Kehadiran PLN sebagai tulang punggung infrastruktur energi dinilai mempercepat proses pemulihan menyeluruh dan mendorong wilayah terdampak bencana untuk segera bangkit secara berkelanjutan.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]