Menurut penjelasan peneliti, gas metana terbentuk dari dekomposisi limbah organik, dan jika ventilasi septic tank buruk, tekanan bisa meningkat hingga akhirnya memicu ledakan bila tersulut api.
Neni Sintawardani menekankan bahwa kondisi gas metana yang terperangkap sangat berisiko jika ada sumber api yang memicu kebakaran.
Baca Juga:
Insiden Ledakan Gas di Kota Depok, Atap Rumah Hancur Korban Terluka
Hal senada diungkapkan Endro Adinugroho, spesialis sanitasi dari USAID IUWASH Tangguh, bahwa ledakan septic tank bisa terjadi jika tiga unsur bertemu: bahan mudah terbakar, oksigen, dan pemicu api.
Selain penumpukan gas, septic tank yang menerima beban limbah berlebih atau mengalami kerusakan struktur juga bisa meningkatkan risiko.
Tangki yang bocor atau terlalu tua membuat gas keluar tidak terkendali, sementara penggunaan bahan kimia berbahaya dapat membunuh bakteri baik sehingga gas berbahaya lebih cepat menumpuk.
Baca Juga:
Pengamanan Diperketat, Polisi Tunggu Hasil Lab Ungkap Penyebab Ledakan
Karena itu, perawatan rutin septic tank menjadi sangat penting, termasuk menjaga ventilasi tetap berfungsi, menghindari aktivitas pembakaran di sekitar tangki, serta melakukan pengurasan berkala agar kapasitas tidak penuh.
Dengan perawatan yang tepat, risiko ledakan bisa diminimalkan dan lingkungan sekitar tetap aman bagi penghuni.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.