WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Aceh Tengah terus menunjukkan perkembangan signifikan, ditandai dengan kembalinya aliran listrik di sebagian besar wilayah terdampak.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah bersama PLN menjadikan pemulihan kelistrikan sebagai salah satu indikator utama transisi dari fase tanggap darurat menuju pemulihan bertahap.
Baca Juga:
PLN Tunjukkan Resiliensi Infrastruktur Energi di Tengah Banjir Beruntun
Berdasarkan data terbaru Pemkab Aceh Tengah, dari total 295 kampung, sebanyak 261 kampung telah kembali menikmati aliran listrik.
Sementara itu, 34 kampung lainnya masih dalam proses perbaikan jaringan oleh PLN akibat kerusakan infrastruktur dan medan yang cukup berat.
Kepala Dinas Kominfo Aceh Tengah sekaligus Juru Bicara Pemerintah Daerah, Mustafa Kamal, mengatakan progres pemulihan listrik menjadi faktor penting bagi aktivitas warga dan layanan dasar di wilayah pascabencana.
Baca Juga:
Fondasi Pemulihan Korban Banjir, PLN Gratiskan Listrik Huntara 6 Bulan
“Pemulihan listrik bukan hanya soal penerangan, tetapi menyangkut akses informasi, layanan kesehatan, serta aktivitas ekonomi masyarakat. Hingga saat ini, PLN terus bekerja maksimal di lapangan meskipun menghadapi tantangan geografis yang tidak ringan,” ujar Mustafa dalam keterangan persnya, Senin (19/1/2026).
Ia menyebutkan, sejumlah kampung yang sebelumnya padam kini telah kembali dialiri listrik, antara lain Kampung Gewat dan Kampung Owaq di Kecamatan Linge, Kampung Pantan Bener dan Kampung Atu Singkih di Kecamatan Rusip Antara, serta Kampung Bah di Kecamatan Linge.
Menurut Mustafa, tim PLN harus menembus wilayah dengan akses jalan terbatas, material longsor, serta cuaca yang belum sepenuhnya stabil, khususnya di Kecamatan Ketol dan Rusip Antara yang masih memiliki titik padam terbanyak.
“Medan yang dihadapi petugas PLN cukup berat. Namun kami melihat komitmen yang kuat agar seluruh jaringan dapat kembali normal. Pemerintah daerah sangat mengapresiasi upaya ini,” katanya.
Sebagai langkah antisipatif, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga telah menyiagakan bantuan genset di wilayah yang hingga kini belum teraliri listrik.
Genset tersebut difungsikan untuk menjaga layanan fasilitas umum dan kebutuhan dasar warga tetap berjalan.
Seiring dengan pemulihan kelistrikan, akses ke sejumlah kampung yang sebelumnya terisolasi juga mulai terbuka, baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat.
Secara kumulatif, jumlah warga yang masih terisolir dilaporkan menurun menjadi 6.562 jiwa yang tersebar di 15 kampung.
“Kami mencatat penurunan jumlah warga terisolir sebagai progres positif. Namun kami tetap mengimbau masyarakat untuk waspada, mengingat potensi cuaca ekstrem masih ada,” ucap Mustafa.
Pemerintah daerah berharap, dengan terus berlanjutnya pemulihan listrik oleh PLN dan terbukanya akses jalan, aktivitas masyarakat dapat kembali normal secara bertahap dalam waktu dekat.