WAHANANEWS.CO, Jakarta - Upaya menjadikan Jakarta sebagai kota bertransportasi rendah emisi semakin nyata dengan beroperasinya dua SPKLU Center terbaru yang dihadirkan PLN.
Fasilitas pengisian kendaraan listrik berskala besar ini dirancang menjadi pusat layanan energi bersih yang modern, mudah diakses, dan mampu menopang pertumbuhan pesat kendaraan listrik di Ibu Kota.
Baca Juga:
Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional, ASPELUSI Resmi Dideklarasikan
Dua SPKLU Center tersebut berlokasi di Rest Area KM 10.6 Jagorawi dan Kantor PLN UID Jakarta Raya, Gambir. Kehadiran keduanya tidak hanya menambah jumlah titik pengisian, tetapi juga memperkenalkan standar baru untuk pengalaman charging yang lebih cepat, terintegrasi, dan ramah pengguna.
SPKLU Center KM 10.6 Jagorawi hadir melalui kolaborasi PLN dan High Volt Technologi (HVT), dilengkapi enam unit charger berkapasitas Ultra Fast Charging hingga 200 kW. Lokasi ini disiapkan sebagai pusat layanan 24 jam dengan fasilitas istirahat yang nyaman sehingga mendukung perjalanan antarkota bagi pengguna kendaraan listrik.
Sementara itu, SPKLU Center PLN UID Jakarta Raya di Gambir dilengkapi tujuh unit charger Fast Charging dan Ultra Fast Charging dengan kapasitas hingga 200 kW. Dengan konfigurasi ini, masyarakat dapat menikmati pengisian cepat di pusat kota dengan infrastruktur yang makin lengkap.
Baca Juga:
Demi Kenyamanan Konsumen Mobil Listrik Jelang Nataru, ALPERKLINAS Dorong PLN dan Swasta Perbanyak SPKLU di Semua Fasilitas Umum
Wakil Wali Kota Jakarta Timur, Kusmanto, mengapresiasi peran PLN dalam menyediakan fasilitas yang memperkuat wajah baru mobilitas Jakarta.
“Pertumbuhan kendaraan listrik terus melesat, dari 1.437 unit pada 2019 menjadi lebih dari 133 ribu unit tahun ini. Infrastruktur SPKLU Center memberikan kepastian dan kenyamanan bagi masyarakat yang beralih ke kendaraan listrik, sekaligus mendukung target kota rendah emisi,” ujar Kusmanto.
Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, menegaskan bahwa pembangunan SPKLU menjadi bagian dari strategi besar transisi energi nasional.
“PLN menjadi penggerak utama ekosistem kendaraan listrik. SPKLU Center ini memperkuat kemandirian energi nasional, mengurangi ketergantungan impor BBM, dan menekan emisi gas rumah kaca. SPKLU KM 10,6 Cibubur juga menandai pengoperasian SPKLU ke-4.401 secara nasional,” tegas Adi.
General Manager PLN UID Jakarta Raya, Andy Adchaminoerdin, menambahkan bahwa SPKLU Center menjadi ikon baru layanan energi bersih di Jakarta.
“Dengan beroperasinya dua SPKLU Center ini, total charger di Jakarta dan sekitarnya kini mencapai 667 unit di 353 lokasi. Kami ingin masyarakat merasakan pengalaman pengisian daya yang cepat, aman, dan nyaman, sekaligus mempercepat langkah Jakarta menuju kota beremisi rendah,” kata Andy Adcha.
Senior Advisor High Volt Technologi (HVT), Herman Darnel Ibrahim, turut menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor.
“Kolaborasi antara pemerintah, PLN, dan mitra swasta seperti HVT menjadi kunci terbentuknya ekosistem EV yang kuat dan berkelanjutan di Indonesia,” ujar Herman.
PLN menargetkan pembangunan 9 SPKLU Center di berbagai provinsi hingga akhir 2025, sebagai bagian dari roadmap percepatan infrastruktur kendaraan listrik nasional.
[Redaktur: Amanda Zubehor]