WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kabupaten Bireuen menjadi episentrum pemulihan kelistrikan Aceh setelah 12 tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV roboh diterjang banjir dan angin kencang sehingga PLN menjadikannya sebagai titik kritis yang diprioritaskan untuk percepatan perbaikan pada Sabtu (29/11/2025).
Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo menyebut Bireuen sebagai area paling terdampak karena enam tower rubuh di wilayah tersebut sehingga pemulihan harus dilakukan secepat mungkin dan dengan tingkat kehati-hatian yang tinggi.
Baca Juga:
PLN Salurkan Sembako, Pimpinan Turun ke Titik Bencana di Aceh
“Banjir dan angin kencang yang terjadi dari Bireuen hingga Aceh Timur mengakibatkan 12 tower SUTT 150 kV rubuh sehingga kami bergerak cepat untuk melakukan pemulihan,” katanya di Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Sabtu (29/11/2025).
Ia menjelaskan kerusakan parah di Bireuen menyebabkan terhentinya pasokan listrik dan memicu pemadaman di sejumlah wilayah sehingga pembangkit di Nagan Raya belum dapat dioperasikan sampai jaringan utama dipulihkan.
“Kerusakan tersebut mengakibatkan terhentinya pasokan listrik dan sebagian wilayah terjadi pemadaman, pembangkit yang ada di Nagan Raya belum bisa kita operasional sebelum jaringan dipulihkan,” katanya.
Baca Juga:
Dirut PLN Darmawan Prasodjo Tinjau Lapangan, Pimpin Mobilisasi Pemulihan Aceh
Darmawan menambahkan bahwa medan berat dan akses yang terputus menyulitkan tim untuk menjangkau area tower rubuh sehingga seluruh proses pemulihan membutuhkan kolaborasi lintas sektor serta dukungan peralatan udara.
Ia menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan pengerahan penuh seluruh sumber daya untuk mempercepat pemulihan pascabencana yang melanda Aceh termasuk dukungan terhadap langkah-langkah PLN di lapangan.
“Alhamdulillah untuk pemulihan kelistrikan Aceh yang terdampak bencana, kami mendapat dukungan dari semua pihak terutama dari TNI AU yang menyediakan Hercules untuk mengangkut material tower darurat yang akan dipasang untuk mempercepat pemulihan kelistrikan Aceh,” katanya.
Material untuk tujuh tower darurat sudah tiba di Aceh melalui dua unit pesawat Hercules dan rencananya akan diangkut ke titik kerusakan menggunakan helikopter karena akses darat belum memungkinkan.
“Kami juga mendapat bantuan dari TNI AD dan juga Polda Aceh untuk mengangkut logistik dan pergerakan personel ke lokasi pemulihan,” katanya.
Darmawan menegaskan proses pemasangan tower darurat di jalur Bireuen membutuhkan waktu beberapa hari ke depan sehingga koordinasi seluruh unsur terus dilakukan untuk mempercepat pemulihan.
“Kami bertekad dengan seluruh tim PLN dan semua komponen serta masyarakat untuk melakukan pemulihan sehingga Aceh bisa kembali normal,” katanya.
Gubernur Aceh Muzakir Manaf mengapresiasi komitmen PLN dalam mengatasi gangguan kelistrikan akibat bencana dan menilai upaya pemulihan berjalan dengan semangat kolaborasi dan respon cepat di lapangan.
Dalam kegiatan tersebut hadir Pangdam IM Mayor Jenderal TNI Joko Hadi Susilo, Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, serta General Manager PLN Unit Induk Distribusi Aceh Eddi Saputra.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]