WahanaNews.co | Guna mencegah terjadinya kerumumnan, polisi
mencoba membubarkan massa bonek yang memadati jalan di Surabaya, saat merayakan
ultah Persebaya. Terjadilah kericuhan, yang diwarnai tembakan gas air mata, dan
aksi bakar ban, Kamis (17/6) malam hingga Jumat dini hari.
Baca Juga:
Jaksa Hadiri Sidang Praperadilan Kasus Korupsi SPALD-T Batanghari
Massa bonek dari segala penjuru jalan mempunyai satu tujuan
yakni ke Stadion Tambaksari. Namun jalan menuju stadion telah diblokade polisi
dari setiap ruas jalan menuju ke arah sana.
Rombongan bonek yang ada di jalan pun juga coba dibubarkan
polisi. Seperti yang ada di jalan seputaran SMA komplek. Massa bonek coba
dipecah dan disuruh putar balik.
Massa bonek yang berhasil lolos akhirnya tertahan di ruas
jalan menuju Stadion Tambaksari seperti di Jalan Ngaglik, di Jalan Kapas
Krampung, dan Jalan Tambakrejo. Mereka dihadang barikade polisi yang berbaris
berjajar.
Baca Juga:
Perwakilan Supporter Kunjungi Tim Pencari Fakta Insiden Kanjuruhan
Di Jalan Ngaglik, massa bonek sempat menyalakan flare dan
membakar ban. Polisi mereaksinya dengan membubarkan massa menggunakan tembakan
gas air mata. Massa bonek membalas dengan melempar batu. Ricuh pun tak
terhindarkan.
Setelah mulai kondusif, massa bonek mulai memenuhi jalan
lagi. Namun mereka tak berulah lagi. Mereka duduk dan berdiri berkumpul sambil
menyanyikan lagu-lagu dan yel-yel Persebaya sambil mengibarkan bendera
Persebaya. [qnt]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.