Petugas akhirnya membawa kedua ular tersebut ke Markas Komando Damkar dan Penyelamatan Sektor Cariu setelah proses evakuasi selesai.
Namun, sepasang king kobra itu kemudian ditemukan mati akibat mengalami cedera pada bagian leher.
Baca Juga:
Srikandi PLN Gunung Putri Bersama YBM PLN Gunung Putri Berikan Santunan untuk Para Guru sebagai Wujud Cinta dan Terima Kasih di Hari Guru
Belum dijelaskan secara terperinci kapan dan bagaimana cedera tersebut terjadi selama proses penanganan.
Keberadaan king kobra di kawasan permukiman diduga berkaitan dengan kondisi lingkungan yang masih berdekatan dengan semak, kebun, aliran air, atau habitat alami ular.
Saluran air dan kamar mandi juga dapat menjadi lokasi persembunyian ular karena menawarkan tempat yang gelap, lembap, dan relatif sulit dijangkau.
Baca Juga:
PLN Gunung Putri Lakukan Grebek Penyulang, Wujud Komitmen Tingkatkan Keandalan Listrik Pelanggan
Warga diminta tidak mencoba menangkap atau mengusir sendiri apabila menemukan ular berbisa di sekitar rumah.
Masyarakat sebaiknya menjaga jarak, mengawasi lokasi persembunyian ular dari tempat aman, dan segera menghubungi petugas penyelamatan.
Upaya penanganan secara mandiri berisiko memancing ular menyerang dan meningkatkan kemungkinan terjadinya gigitan berbisa.