WahanaNews.co | Kelompok Kerja Unit Layanan
Pengadaan (Pokja ULP) mengaku tak mengetahui persoalan anggaran pengadaan bahan
pakaian anggota DPRD Kota Tangerang yang meningkat hingga dua kali lipat pada
tahun 2021.
Sebagaimana
diketahui, dilansir dari situs lpse.tangerangkota.go.id/,
anggaran pengadaan bahan pakaian DPRD Kota Tangerang 2021 mencapai Rp 675 juta.
Baca Juga:
PMI Kota Tangerang Sediakan Layanan Darurat bagi Pemudik dalam Siaga Lebaran
Dari
situs yang sama, anggaran pengadaan bahan pakaian itu hanya sebesar Rp 312,5
juta pada tahun 2020.
Pengadaan Bahan Pakaian
Baca Juga:
RPJPD Kota Tangerang 2025-2045 Disahkan DPRD, Jadi Acuan Kepala Daerah
Pokja ULP Sekretariat DPRD Kota Tangerang, Hadi
Sudibjo, berujar, pihak yang lebih mengetahui soal peningkatan
anggaran bahan pakaian itu adalah tim Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
Meski
demikian, Hadi menyatakan, peningkatan itu terjadi dari sisi peningkatan volume
atau jumlah pakaian DPRD Kota Tangerang 2021.
"Sebetulnya, yang
lebih tahu itu di sana (PPK). Itu pasti terkait volumenya. Dulu,
volumenya berapa, sekarang volumenya berapa. Jangan dilihat secara totalnya
saja," papar dia dalam rekaman suara, Senin (9/8/2021).
"Dulu
kebutuhannya berapa setel, sekarang berapa setel," sambungnya.
Tak
hanya itu, Hadi mengaku tidak mengetahui soal anggaran menjahit pakaian anggota
DPRD Kota Tangerang tahun 2021 yang mencapai Rp 600 juta.
"Kurang
tahu itu teknis pelaksanaannya," tutur dia.
Kata
Hadi, Pokja ULP hanya mengevaluasi hasil laboratorium yang diserahkan oleh tim
PPK ke pihaknya.
Hasil
laboratorium tersebut berisikan spesifikasi serta merk bahan pakaian anggota
DPRD Kota Tangerang tahun 2021.
"Hasilnya
itu ada untuk kita evaluasi hasil lab sesuai atau tidak sesuai dengan yang
diinginkan (PPK)," tutur dia.
Setelah
dirasa sesuai, Pokja ULP bakal mencari penyedia bahan melalui proses
pelelangan.
Terdapat
empat peserta tender saat proses pelelangan sebelum akhirnya ditentukan
pemenangnya, yakni CV Adhi Prima Sentosa.
Kemudian,
lanjut Hadi, pihaknya menyerahkan hasil tender itu ke tim PPK.
"Kalau
kami, tender sudah selesai tanggal 21 Juli itu, kami kasih pengantar hasil
tender lalu masuklah ke ranah PPK. Setelah ini, PPK-lah yang menindaklanjuti. Kami
hanya mencari penyedia bahan saja," urainya.
Bahan Pakaian dari
Louis Vuitton
Hadi
sebelumnya berujar, salah satu merk bahan pakaian anggota dewan itu adalah Louis Vuitton.
Pakaian
yang menggunakan merk fesyen asal Prancis itu rencananya bakal dijadikan dua
setel pakaian dinas harian (PDH) untuk setiap anggota DPRD Kota Tangerang.
Tiga
merk lain, yakni Lanificio Di Calvino
untuk pakaian sipil resmi (PSR), Theodoro
untuk pakaian sipil harian (PSH), dan Thomas
Crown untuk pakaian sipil lengkap (PSL).
Dia
berujar, pemilihan empat merk tersebut berasal dari spesifikasi yang diserahkan
oleh PPK ke Pokja ULP.
Pengakuan Ketua dan Sekwan DPRD
Ketua
DPRD Kota Tangerang, Gatot Wibowo, tak mengetahui persoalan anggaran bahan pakaian yang
meningkat itu.
Menurut
dia, pihak yang mengetahui persoalan meningkatnya anggaran tersebut adalah
Sekretariat DPRD (Sekwan) Kota Tangerang.
Gatot
juga mengaku tidak memahami bahan atau warna bahan pakaian yang bakal mereka
gunakan nantinya.
Saat
ditanya apakah dirinya sebagai Ketua DPRD Kota Tangerang dapat memilih bahan
lain yang lebih murah saat proses penganggaran, Gatot mengatakan bahwa instansi
DPRD berbentuk kolektif kolegial.
Dengan
demikian, sebuah keputusan final merupakan hasil dari sejumlah fraksi
masing-masing.
Sekretaris
DPRD (Sekwan) Kota Tangerang, Agus Sugiono, mengaku tidak memantau perbedaan anggaran pada tahun ini dan
tahun kemarin.
Anggaran
sebesar Rp 675 juta itu untuk bahan pakaian dari 50 anggota dewan di Kota
Tangerang.
Tiap
anggota dewan pilihan rakyat Kota Tangerang itu bakal mendapat empat jenis
pakaian dengan total lima setel pakaian.
Dia
mengeklaim tidak mengetahui besaran harga tiap bahan pakaian tersebut.
Spesifikasi
dari tiap pakaian tersebut mengacu kepada standar satuan harga (SSH) dari pemerintah
setempat.
Namun,
dia juga tidak mengetahui spesifikasi atau bahan pakaian tersebut. [dhn]