WAHANANEWS.CO, Jakarta - Ketimpangan progres pemulihan listrik di Sumatra menjadi sorotan serius pemerintah, karena hingga Kamis (11/12/2025) Aceh baru pulih 36 persen sementara Sumatra Utara hampir sepenuhnya menyala dan Sumatra Barat telah normal lebih dulu.
Pemerintah bersama PT PLN (Persero) terus menggenjot pemulihan sistem kelistrikan di wilayah terdampak bencana dengan strategi berbeda di tiap provinsi sesuai tingkat kerusakan dan hambatan lapangan.
Baca Juga:
PLN Pulihkan Listrik di 261 Kampung, Aceh Tengah Masuki Fase Pemulihan Pascabencana
Ketua Tim ESDM Siaga Bencana Rudy Sufahriadi menegaskan bahwa Aceh masih menjadi wilayah yang membutuhkan perhatian ekstra karena kompleksitas gangguan dan keterbatasan akses logistik.
“Aceh merupakan wilayah terdampak yang masih memerlukan perhatian,” ujar Rudy Sufahriadi di Jakarta, Jumat (12/12/2025).
Ia menjelaskan bahwa percepatan pemulihan di sejumlah desa terkendala akses jalan yang masih terputus sehingga menghambat distribusi material jaringan dan operasional kendaraan pendukung.
Baca Juga:
Menjemput Terang di Ujung Aceh, Kisah Perjuangan PLN ke Desa Terisolir
Untuk mempercepat pekerjaan, PLN memerlukan dukungan pembukaan akses jalan serta tambahan pasokan BBM, sementara ketersediaan genset di Aceh Tamiang dan Bener Meriah masih sangat terbatas.
Sejumlah pekerjaan darurat pada jaringan transmisi terus dikebut sebagai tulang punggung pemulihan sistem Aceh.
Rudy mencatat perbaikan tower darurat SUTT Bireun–Peusangan telah rampung 100 persen pada Minggu (7/12/2025) dan disusul penyelesaian SUTT Bireun–Arun pada Senin (8/12/2025).