WahanaNews.co | Bupati Morowali Utara
(Morut), Sulawesi Tengah, Moh Asrar Abd Samad, tidak hadir pada Rapat Paripurna
DPRD setempat, yang digelar Senin (8/2/2021), pukul 20.00 Wita.
Padahal, agenda dari Rapat Paripurna tersebut adalah mendengarkan
Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati Morut di akhir masa
jabatannya.
Baca Juga:
Kerap Aniaya Ibu, Kakak Adik Sepakat Bunuh Ayah Kandung di Sulteng
Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Morut, Jeffisa Putra A, menilai,
Pemerintah Daerah, dalam
hal ini Bupati dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tidak menghargai apa yang sudah diagendakan.
"Bupati
Morowali Utara tidak hadir dalam Rapat Paripurna LKPJ Bupati di akhir masa jabatan. Ini
siklus tidak baik bahwa Bupati tidak membangun sinergitas antar-lembaga," kata Jeffisa kepada wartawan, Senin (8/2/2021)
malam.
Ia berharap, seharusnya semua lembaga yang di
Kabupaten Morut ini bisa sinergis dengan setidaknya saling menghargai setiap
momen kebersamaan yang sudah diagendakan.
Baca Juga:
Biaya Perjalan Dinas Komisi IV DPRD, BPBD, Disdik Sulteng Habiskan Rp220 juta
"Harapan
besar saya, kita saling menghargai.Tadi saya sampaikan di Rapat Paripurna, silakan saja Bupati mau hadir atau tidak, terserah. Yang
jelas, DPRD sudah menjalankan agenda, sesuai dengan apa yang diatur dalam Badan Musyawarah," tandasnya.
Meski begitu, lanjut Jeffisa, pihaknya tetap harus
menunjukkan sikap yang jelas terhadap peristiwa semacam ini, agar tidak menjadi
preseden buruk di kemudian hari.
"Bayangkan, yang hadir itu Asisten I. Tidak masuk
akal. OPD sebagian tidak hadir. Mereka pikir undangan ini masin-masin. Maka,
Fraksi PKB bersikap, kalau bukan Bupati yang membacakan LKPJ, kami walk out," tegasnya.
Jeffisa mengaku sempat mencoba menghubungi Bupati Moh
Asrar Abd Samad melalui pesan WhatsApp,
namun hanya bertandakan centang satu (terkirim tapi belum diterima).
Begitu juga pesan yang dikirim kepada Kabag Humas
Protokol Pemkab Morut, Rahmawati Donda.
"Ketidakhadiran Bupati dalam agenda pembacaan LKPJ di
hadapan Sidang Paripurna DPRD pada akhir masa jabatannya ini tentu bakal melahirkan
banyak pertanyaan," pungkas Jefissa. [qnt]