Situasi tersebut berhasil diselesaikan beberapa jam setelahnya tanpa ada korban jiwa yang dilaporkan dalam insiden tersebut.
Zaenal menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan mediasi antara kedua kelompok terlibat. Dia berharap agar insiden serupa tidak terulang di masa mendatang.
Baca Juga:
Massa Pendukung Cabup di Jeneponto Bentrok Gegera Saling Klaim Kemenangan
"Kami sekali lagi merasa prihatin dengan kejadian ini, dan kami akan memfasilitasi upaya mediasi untuk mencegah terjadinya peristiwa serupa di Kabupaten Magelang," katanya.
"Ikut berbicara atas nama Pemerintah Kabupaten Magelang, kami ingin mengucapkan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya pengendara yang mengalami ketidaknyamanan akibat peristiwa ini hari ini. Semoga insiden semacam ini tidak akan terulang di masa yang akan datang," tambahnya.
Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Stefanus Satake Bayu mengatakan kejadian bermula pada pukul 15.15 WIB, ketika Laskar BSM PDIP Jogja terkena lemparan batu yang diduga berasal dari kelompok GPK
Baca Juga:
Saat Amankan Kericuhan di PPD Kobakma, Kapolres Mamboro Tengah Terkena Panah
Ia menyebut aksi pelemparan batu itu terjadi di wilayah Prumpung, Muntilan, setelah Laskar BSM PDIP selesai mengikuti Acara di Lapangan Supardi.
"Pada pukul 15.30 WIB, Laskar BSM yang berjumlah 200 orang, sesampainya di Tape Ketan diadang massa yang mengatasnamakan Laskar GPK yang tidak memakai atribut, kekuatannya hampir 300 orang," ujarnya dalam keterangan tertulis.
Imbas pengadangan tersebut, Satake mengatakan kedua kelompok massa sempat terlibat adu mulut dan mulai saling melempar batu.