WAHANANEWS.CO, Jakarta - Tragis, permainan yang biasa menjadi tempat bersenang-senang anak-anak berujung petaka setelah bocah berinisial DG (10) ditemukan meninggal dalam kondisi tergantung di sebuah pohon di Kabupaten Lampung Utara, Lampung.
Polisi menduga DG meninggal setelah lehernya tidak sengaja terjerat tali tambang yang biasa digunakan sebagai ayunan di pohon tersebut.
Baca Juga:
Bersiap Cetak Sejarah, Satelit Lampung-1 Meluncur dari Shandong 5 Agustus 2026
Peristiwa itu terjadi ketika korban diketahui bermain seorang diri di lokasi yang memang kerap digunakan anak-anak untuk bermain.
"Jadi memang pohon itu biasa digunakan untuk bermain anak-anak," kata Kasat Reskrim Polres Lampung Utara AKP Ivan Roland Cristofel, Sabtu (8/8/2026).
Menurut Ivan, terdapat tali tambang yang dipasang pada pohon tersebut dan selama ini digunakan anak-anak sebagai ayunan.
Baca Juga:
Hinca Pandjaitan: Pengecer BBM Bersubsidi di Desa Bukan "Penjahat"
"Di pohon itu ada tali tambang yang biasa digunakan untuk ayunan, namun malam itu korban ini bermain sendirian," jelasnya.
Keberadaan DG kemudian dicari oleh kakaknya karena hari sudah malam dan korban belum juga pulang ke rumah.
Kakak korban sempat memanggil dan mencari DG, tetapi tidak mendapatkan jawaban hingga akhirnya mendatangi lokasi tempat korban biasa bermain.
"Awal yang menemukan itu kakaknya, jadi karena sudah malam, kakaknya ini mencari korban, namun tidak ada jawaban," ungkap Ivan.
Pencarian tersebut berakhir tragis setelah kakak korban tiba di lokasi dan melihat DG sudah dalam kondisi tergantung.
"Dan pada saat ke lokasi, kakaknya melihat korban sudah tergantung," jelasnya.
Polisi selanjutnya melakukan pemeriksaan dan identifikasi awal untuk mengetahui kondisi korban serta memastikan ada atau tidaknya indikasi kekerasan.
Berdasarkan hasil identifikasi sementara, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh DG.
Jenazah korban selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga dan telah dimakamkan.
Ivan menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya DG sekaligus mengingatkan para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak ketika bermain.
"Kami turut berduka atas peristiwa ini," ujar Ivan.
Menurutnya, kejadian tersebut perlu menjadi pelajaran bersama mengenai pentingnya memastikan keamanan anak, termasuk ketika mereka bermain di lingkungan yang selama ini dianggap biasa atau familiar.
"Dan untuk orang tua peristiwa ini menjadi pelajaran kita semua agar selalu memperhatikan anak-anak kita saat bermain," tambahnya.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]