WAHANANEWS.CO, Jakarta - Suasana ujian praktik sains di sebuah sekolah di Riau berubah menjadi tragedi memilukan ketika seorang siswa tewas akibat ledakan senapan rakitan yang ia uji sendiri di hadapan teman-temannya.
Peristiwa tragis itu terjadi di Kabupaten Siak pada Rabu (8/4/2026) sekitar pukul 10.30 WIB di lingkungan Sekolah Menengah Pertama Islamic Center.
Baca Juga:
Gubernur Riau Tinjau Jalan Rusak Minas Perawang, Soroti Kendaraan ODOL dan Pelat Luar Daerah
Korban diketahui merupakan siswa kelas IX berinisial MA (15) yang meninggal dunia diduga akibat ledakan alat berupa senapan rakitan saat mengikuti ujian praktik Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Siak, Raja Kosmos Parmulais, membenarkan kejadian tersebut dan menjelaskan bahwa insiden terjadi saat kegiatan ujian praktik berlangsung di lapangan sekolah.
“Peristiwa terjadi saat ujian praktik sains di lapangan sekolah,” ujarnya.
Baca Juga:
Pemkab Siak Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla Mulai 16 hingga 30 April 2025
Saat itu, kegiatan praktik dibagi ke dalam lima kelompok yang masing-masing terdiri dari sembilan siswa untuk memperagakan hasil karya sains mereka.
Ketika giliran kelompok korban, MA meminta rekan-rekannya menjauh dari lokasi karena akan melakukan uji coba alat yang dibuatnya berupa senapan rakitan berbasis desain 3D.
Korban kemudian bersiap sebagai peraga dan mulai melakukan pengujian alat tersebut di hadapan kelompoknya.
“Korban mengambil posisi sebagai peraga dan melakukan tembakan senjata 3D printer yang dibuatnya,” kata Kosmos.
Namun, saat pemicu ditekan, alat tersebut justru mengeluarkan asap sebelum akhirnya meledak secara tiba-tiba disertai suara keras yang mengejutkan seluruh siswa di lokasi.
Ledakan tersebut menyebabkan pecahan material berhamburan ke berbagai arah dan mengenai sejumlah bagian di sekitar lokasi kejadian.
“Pecahan senapan rakitan berhamburan mengenai aula sekolah, dinding kelas dan juga kepala korban sehingga korban mengalami luka di bagian wajah akibat terkena pecahan senapan tersebut,” ujarnya.
Situasi di sekolah pun langsung berubah mencekam setelah insiden tersebut, dan korban segera dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Korban sempat dilarikan ke RSUD Siak, namun setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis, nyawanya tidak dapat diselamatkan akibat luka serius yang diderita.
Setelah menerima laporan, tim Satreskrim Polres Siak langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.
“Kami sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), dan benda yang diamankan akan dikirim ke laboratorium forensik (Labfor),” kata Kosmos, Kamis (9/4/2026).
Polisi menyatakan belum dapat memastikan secara pasti penyebab ledakan karena masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap barang bukti.
Sejumlah komponen dari alat rakitan tersebut telah diamankan untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.
Berdasarkan temuan awal, alat yang dibuat korban terdiri dari bagian plastik, potongan besi, serta bubuk hitam yang hingga kini belum diketahui jenisnya.
Diduga, bubuk hitam tersebut menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya ledakan, namun hal ini masih memerlukan pembuktian ilmiah.
“Kita kirim ke Labfor Polda Riau untuk memastikannya, kita minta tidak ada spekulasi informasi yang tidak benar atas kejadian ini,” ujarnya.
Pihak kepolisian juga tengah mendalami kemungkinan adanya unsur kelalaian dalam peristiwa tersebut, termasuk dari sisi pengawasan dan prosedur keamanan selama kegiatan praktik berlangsung.
Proses penyelidikan masih terus berjalan dengan memeriksa sejumlah saksi serta menganalisis barang bukti yang telah diamankan.
Di akhir keterangannya, pihak kepolisian turut menyampaikan duka cita atas kejadian yang menimpa korban.
“Semoga korban ananda MA husnul khatimah dan keluarga diberikan ketabahan atas musibah ini,” katanya.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]