WAHANANEWS.CO, Jakarta - PT PLN (Persero) mempercepat penanganan pemulihan kelistrikan sekaligus mengulurkan bantuan bagi warga terdampak banjir dan longsor di Sumatera Utara, sebuah gerak cepat yang kemudian mendapat apresiasi langsung dari Wakil Bupati Tapanuli Utara, Deni Parlindungan Lumbantoruan, yang menilai kerja PLN berlangsung tanpa henti di tengah kondisi yang serba berat.
Ia menyebut bahwa tim PLN telah bekerja terus-menerus memulihkan jaringan hingga sejumlah titik kembali mendapat pasokan listrik.
Baca Juga:
Tower SUTT Roboh, PLN Andalkan Island Operation 100 MW di Aceh
“Kami lihat teman-teman PLN sudah bekerja sungguh-sungguh sekali, memberikan semua usahanya,” ujarnya saat penyaluran bantuan di Posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapanuli Utara pada Jumat (28/11/2025).
Deni menambahkan bahwa kepedulian PLN tidak hanya tampak pada percepatan normalisasi kelistrikan, tetapi juga hadir melalui bantuan kebutuhan dasar untuk warga yang sedang berada dalam masa sulit akibat bencana.
“Terima kasih untuk kerja keras teman-teman PLN yang sudah berdedikasi tinggi, secara khusus untuk donasi yang sudah diberikan pada hari ini, kami dari Pemkab Tapanuli Utara akan berusaha menyalurkan donasi yang sudah disampaikan ke posko-posko yang kita punya,” katanya.
Baca Juga:
Tower 150 kV di Aceh Roboh, Jaringan Distribusi Rusak: PLN Kerahkan Pemulihan Berlapis
Sementara itu, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo turun langsung ke lokasi terdampak dan menyampaikan bahwa PLN mengerahkan seluruh sumber daya terbaik agar pemulihan sistem kelistrikan dapat berlangsung lebih cepat dan energi kembali dinikmati masyarakat secara bertahap.
“Tugas kami di sini bukan hanya untuk menyalakan listrik dengan cepat dan aman, tetapi juga menyalakan semangat masyarakat agar bisa segera bangkit dari bencana,” ujar Darmawan.
Selain mempercepat pemulihan kelistrikan, PLN melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) turut menyalurkan bantuan berupa paket sembako serta perlengkapan dapur umum untuk mendukung kebutuhan warga di sejumlah titik pengungsian.