WAHANANEWS.CO, Jakarta - Misteri kematian seorang pria di sebuah rumah kos di Jalan Untung Suropati, Kecamatan Labuhan Ratu, Bandarlampung, masih menyisakan tanda tanya setelah korban ditemukan dalam kondisi wajah terbungkus plastik.
Kasus ini kini tengah diusut Kepolisian Resor Kota Bandarlampung dengan fokus pada rangkaian peristiwa sebelum korban ditemukan tak bernyawa.
Baca Juga:
WHO Ingatkan Wabah Mematikan Ini Sudah Meluas ke 60 Negara
“Kami masih melakukan penyelidikan dan memperdalam kasus kematian tersebut,” kata Kasatreskrim Polresta Bandarlampung Kompol Gigih Andri Putranto di Bandarlampung, Minggu.
Menurut dia, hasil pemeriksaan awal melalui rekaman kamera pengawas di area kos menunjukkan tidak ada orang lain yang masuk ke kamar korban pada waktu kejadian.
“Rekaman CCTV tidak ada orang lain masuk kamar itu, hanya korban sendiri,” kata dia.
Baca Juga:
Kematian Diplomat Arya Daru: Kompolnas Cek Kunci, CCTV, hingga Kesaksian Tetangga
Kompol Gigih menjelaskan, polisi masih terus mengumpulkan keterangan dari para saksi dan mengidentifikasi berbagai temuan di lokasi kejadian guna menarik kesimpulan yang utuh.
“Tidak ada luka dan tanda-tanda kekerasan di bagian badan korban, namun terdapat luka lebam di bagian mukanya,” kata dia.
Sementara itu, seorang warga setempat bernama Agus yang menjadi saksi mata menceritakan detik-detik awal penemuan jasad korban di dalam kamar kos.
“Ya, kejadiannya Jumat (7/8/2025), saya yang bantu buka pintu kosan tersebut,” kata Agus.
Ia mengatakan, saat pintu kamar berhasil dibuka, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan kondisi mulai mengeluarkan bau tidak sedap.
“Saat dibuka posisinya sudah meninggal dunia, dan sudah sedikit berbau,” kata dia.
Agus memperkirakan korban telah meninggal sekitar dua hari sebelum ditemukan, karena bau menyengat sudah tercium dari ventilasi kamar ketika pintu belum berhasil dibuka.
“Awalnya ada orang kosan memanggil minta tolong karena ada penghuni yang tidak keluar-keluar, lalu saya ke sana bersama beberapa warga,” kata dia.
Ia melanjutkan, setelah memastikan ada seseorang di dalam kamar melalui lubang ventilasi, warga bersama RT setempat mencoba masuk ke kamar dengan mencongkel jendela.
“Ternyata jendelanya tidak terkunci dari dalam,” kata dia.
Karena kondisi tersebut, warga akhirnya mengambil kunci kamar yang tergantung di pintu dan berhasil membukanya sebelum menghubungi pihak kepolisian.
“Setelah berhasil dibuka, kami langsung memanggil polisi,” kata dia.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]