WahanaNews.co, Batam - Central Group salah satu pengembang properti terkemuka di Batam dalam Konpers yang digelar kemarin (25/2) menyatakan senantiasa berkomitmen untuk menyediakan hunian yang berkualitas tinggi dan menghadirkan solusi terbaik bagi konsumen.
Sejalan dengan visi dalam membangun rumah impian, penting untuk memastikan kenyamanan dan kepuasan bagi setiap penghuni.
Reza Sebagai GM Bisnis Development Central Group, menyampaikan, seiring dengan berkembangnya industri properti dan inovasi material bangunan, Central Group selalu mengedepankan penggunaan teknologi dan bahan terbaik dalam setiap proyek yang dikembangkan.
Baca Juga:
Tanggapan Warga Central Batu Aji Atas Konpers yang di Gelar oleh Central Group di Sukajadi
Terkait dengan adanya keluhan dari sebagian konsumen mengenai spesifikasi produk di proyek Central Batu Aji, perlu disampaikan dengan tegas bahwa Central Group tidak pernah menggunakan bahan cacat material dalam pembangunan.
“Kami memahami bahwa ada kekhawatiran dari sebagian konsumen terkait spesifikasi material yang digunakan. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin terjadi dan berterima kasih atas masukan yang telah diberikan,” ucap Reza, Selasa (25/2/2025).
“Sebagai bentuk tanggung jawab, kami ingin memastikan bahwa seluruh bahan bangunan yang digunakan telah melalui uji kualitas dan memenuhi standar industri,” sambungnya.
Baca Juga:
Stop Beli Rumah di Alam Sutera, Nafsu Dapat Fee Besar Marketing dari Proses KPR Rugikan Pembeli Ratusan Juta Rupiah
Warga perumahan Central Batu Aji, Kota Batam, pun menanggapi pernyataan manajemen Central Group yang disampaikan ke media pada Konpers yang di selenggarakan oleh Central terkait keluhan konsumen/ warga mengenai kondisi rumah di Central Batu Aji yang bermasalah.
Warga Perumahan Central Batu Aji yang berlokasi di Bukit Tempayan, Batu Aji, Kota Batam, mengeluhkan ketidak-nyamanan hunian yang mereka tempati. Mereka menuntut agar pihak developer, Central Group, membangun ulang rumah mereka sesuai dengan spesifikasi yang seharusnya.
Fredy, salah satu warga, mengungkapkan bahwa rumah yang ditempatinya sejak Oktober 2024 sudah mengalami berbagai masalah, seperti dinding retak dan berlumut.
"Ini bukan hanya saya yang mengalami. Hampir 63 warga yang sudah menghuni juga merasakan hal serupa," ujarnya pada Selasa (26/2).
Menurut Fredy, solusi yang ditawarkan perusahaan sejauh ini hanya bersifat tambal sulam, bukan menyelesaikan akar masalah, RM (Residential Manager mengidentifikasi masalah tidak langsung ke inti, akar permasalahannya.
"Kami sudah komplain, tapi solusi yang ditawarkannya hanya tambal sulam plus garansi ekstra 1 tahun Setelah ada kerusakan, mereka menyatakan tidak bertanggung jawab. Kami semua ingin rumah dibangun ulang sesuai spesifikasi." tegasnya.
Selain itu, Kristiana, warga lain yang telah setahun tinggal di perumahan tersebut, juga menyuarakan kekecewaannya. Ia merasa ditipu karena rumah yang ditunjukkan saat pembelian berbeda dengan yang diterima.
"Pas serah terima, baru sebulan ditempati, sudah banyak masalah. Plafon bocor, dinding retak dimana-mana, dari ruang tamu hingga kamar tidur.
Kristiana mengaku sudah berkali-kali menambal dinding yang retak menggunakan dana pribadi karena respons developer dinilai lambat. "Solusi tambal sulam bukanlah solusi/jawaban yg tepat. Mau sampai kapan kami harus terus seperti ini?" tanyanya.
Dari pantauan langsung Wahana News di perumahan, terlihat seluruh unit rumah tipe 30 & 36, pada bagian dinding memiliki titik retak pada bangunan, baik yang sudah di huni, maupun belum di huni.
Namun, dijelaskan oleh Freddy, salah seorang Warga menyatakan bahwa ia telah berkonsultasi dengan ahli konstruksi, dan diduga setiap bangunan mengalami keretakan karna kontur tanah yang tidak terlebih dahulu di stamper atau dipadatkan, pengerjaan yang ngasal yang mungkin kejar tayang untuk segera dijual.
Fred juga menambahkan, bahwa ia dan seluruh Warga akan urunan untuk mendatangkan ahli Konstruksi, untuk mendapatkan pendapat/ ahli secara tertulis untuk kemudian digunakan menuntut Kompensasi atas kerugian yang dialami oleh seluruh konsumen/Warga Central Batu Aji.
"Kami juga ingin kalau CEO turun langsung untuk menyampaikan keputusan atas tuntutan kami. Jangan hanya mengutus RM (Residential Manager), yang pada kenyataannya hanya mencatat keluhan lalu pergi begitu saja tanpa ada menyampaikan tuntutan warga ke atasan/ dewan direksi Central agar diberikan win-win solution kepada seluruh Konsumen/ Warga Central Batu Aji," tegas Pak Fred mengakhiri pembicaraan.
[Redaktur: Alpredo]