Asisten III Pemkab Lebak Dr Iyan Fitriyana dalam sambutannya mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada peserta serta seluruh pengurus PWI baik pusat maupun PWI Provinsi Banten yang hadir. Ia berharap kehadiran PWI dan peserta dengan karya-karya yang akan lahir dari perjalanan Kemah Budaya tersebut memberi dampak positif khususnya bagi masyarakat Baduy dan khususnya bagi Kabupaten Lebak.
‘’Baduy menjadi kesitimewaan bagi Kabupetan Lebak, tentu juga bagi Banten. Baduy mengajarkan nilai kehidupan yang sederhana, jujur, dan selaras dengan alam. Tema Belajar Mencintai dari Baduy ini menjadi pengingat penting bagi insan pers agar tetap menjaga nurani, etika, dan tanggung jawab sosial,’’ katanya.
Baca Juga:
Menuju Perayaan HPN, PWI dan Mahkamah Agung Sepakat Bangun Sinergi Edukasi Hukum
Sementara itu, Ketua Departemen Seni, Musik, Film, dan Budaya PWI Pusat, Ramon Damora, mengatakan, Kemah Budaya ini merupakan bagian dari refleksi jurnalistik menjelang HPN 2026. Ia menegaskan kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang pembelajaran bagi wartawan untuk memahami nilai-nilai kebudayaan secara langsung.
“Baduy memberi pelajaran tentang mencintai kehidupan dengan cara yang jujur mencintai alam, tradisi, dan sesama. Nilai-nilai ini penting dihayati wartawan agar karya jurnalistik tidak hanya informatif, tetapi juga berjiwa dan berempati,” kata Ramon.
Selain Ramon, hadir dari Pengurus PWI Pusat Ketua Komisi Pemberdayaan Wartawan Perempuan (KPWP) Henny Murniati, Wakil Ketua II Bidang Kerjasama dan Kemitraan Kadirah, Wakil Direktur I Satgas Anti Hoax Mercys Charles Loho, dan Wakil Ketua II Departemen Seni, Musik, Film, dan Budaya Kunni Masrohanti.
Baca Juga:
Polda Jambi Laksanakan Sidang Kelulusan Akhir Penerimaan Bintara Brimob Polri Tahun Anggaran 2026
Kepala Diskominfo Kabupaten Lebak, Anik Sakinah, turut menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta Kemah Budaya PWI. Ia berharap kegiatan tersebut dapat memperkenalkan kekayaan budaya Baduy yang hingga kini tetap menjaga kelestarian alam dan tradisi leluhur.
“Lebak memiliki Baduy yang konsisten menjaga alam dan nilai-nilai budaya. Ini menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab bersama,” ucap Anik.
*Keliling Museum Multatuli*
Sebelum berangkat ke kawasan adat Baduy, rombongan peserta diajak berkeliling Museum Multatuli yang dipandu langsung oleh Kepala Museum Ubaidillah Muchtar. Museum ini diresmikan sejak tahun 2018 yang berfokus pada pengembangan museum, sejarah, antikolonialisme, edukasi dan pelestarian jejarah Lebak. Ubaidillah atau yang akrab disapa Kang Ubai berperan penting dalam keberlanjutan museum ini.