"Itu sudah dilaporkan (NAZ) ke Polres Nias, kita menunggu hasil dari penyidik".
"Dan bila terbukti (bukan hipnotis), Yayasan akan menindak sesuai aturan, sebelum hal itu kita terima maka kita semua sabar dan menunggu hasilnya (penyelidikan)," ujarnya.
Baca Juga:
Pesan Wali Kota Gunungsitoli saat Lepas Kontingen Pramuka ke Jamnas XII: Jaga Nama Baik Daerah
Dari pantauan, aksi demo ini dikawal ketat personel Polres Nias di depan pintu gerbang Kantor Rektorat UNIAS.
Sempat terjadi aksi dorong- mendorong antara massa aksi yang memaksa masuk ke gedung Rektorat UNIAS dengan para personel Polres Nias.
Setelah massa aksi diperkenankan masuk, mereka pun menyerahkan pernyataan sikap.
Baca Juga:
Wali Kota Sowa'a Laoli Senang 11 Anak Gunungsitoli Raih Juara di Kompetisi Sempoa Internasional di Taiwan
Dalam pernyataan sikapnya, selain menuntut kepastian ijazah Sadari Zega dan memecat Dosen NAZ terkait VCS, massa aksi juga mendesak agar pihak UNIAS memastikan estimasi pembangunan kantin di gedung FE, FKIP dan FST.
Selanjutnya, massa aksi juga meminta perbaikan dan penataan pelayanan administrasi dalam pengimputan nilai Mahasiswa di UNIAS.
Kemudian meminta agar pihak UNIAS segera menyelesaikan pendistribusian almamater bagi mahasiswa yang belum terealisasikan.